Aku masih menjalani aktivitasku seperti biasa, hanya saja tidak ada sapan darimu yang mengucapkan selamat malam ataupun selamat pagi dengan kata-kata termanismu. Tak adalagi kudengar suara klakson mobilmu di depan rumahku dan tak adalagi kudengar celotehmu pada saat aku bersolek lama di dalam kamar. Setiap hari kita menghabiskan waktu bersama, makan bersama, belajar bersama bahkan membuat tugas bersama.

Kau yang menyayangiku setiap hari tanpa rasa malu dan bosan sampai aku merasakan bagai seorang putri yang terus menerus didampingi olehmu sampai tidak ada satu lukapun tercoreng di tubuh mungilku. Semua orang seisi kampus mengangap kita adalah pasangan yang sangat romantis, mereka semua juga mendokan kita bahwa kita akan terus selalu bersama. Tapi semua berubah saat dia datang datang mendekat denganmu sampai hingga akhirnya kau jauh dariku jauh dari pelukanku dan jauh dari mataku.

Aku menulis ini bukan untukmu tetapi lebih tepatnya untuk semua wanita dan juga untuk wanita yang sedang menjalani hubungan denganmu, aku tidak ingin apa yang terjadi denganku juga akan dialami dengan wanita lain, yang ditinggalkan tanpa sebab.

Yang tiba-tiba saja kau memutuskan untuk mengakhiri cerita ini, sampai aku berfikir apa salahku padamu dan aku sama sekali tidak mengerti dengan alasan yang kau buat.

Mereka Tak Merestui

Advertisement

Memangnya siapa mereka? Apa hubungan kita dengan mereka? Aku sempat berfikir untuk mencoba meminta kepastian darimu tapi aku takut kau akan menggapku mengemis cintamu dan aku membenci itu. Memangnya siapa kamu hingga aku harus mengemis cinta darimu? Aku tahu bila aku teruskan ini semua, kau akan tetap bertahan dan tidak akan pernah merubah hati dan cintamu, maka aku ikhlaskan dia menggambil dirimu.

Hidupmu mungkin sudah jauh lebih bahagia dariku mengapa tidak karena setelah kau memutuskan cerita kita tak terhitung haripun kau sudah tak sendiri lagi. Sama sekali tidak bisakah kau menghargai sedikit perasaanku, aku tidak percaya kau yang dulu berjanji akan terus menerus menemani hariku akan terus membuatku tersenyum akan terus merasakan hangatnya cinta.

Kau adalah salah satu laki-laki yang merubah cara pandangku bahwa sekarang semua laki-laki hanya mengobral janji, janji, dan janji. Kau yang sudah berhasil membuatku percaya akan cinta dan kau juga yang membuatku benci untuk mencintai.

Semoga dia adalah pilihanmu yang tepat, yang lebih bisa mengertimu yang cintanya lebih besar dari cintaku dulu buatmu. Aku tidak mendoa kan hal buruk untukmu, tapi hukum alam sampai saat ini masih berlaku dan aku hanya ingin mengingatkan saja berhati-hatilah dalam bersikap dan berhati-hatilah saat berucap. Terimakasih untuk semuanya, terutama untuk cintamu yang dulu sangat luar biasa dan berbahagialah karna mungkin dia adalah wanita yang benar-benar tepat untukmu hingga kau rela menghancurkan perasaan seorang wanita yang sudah kau kenal selama enam tahun dan menghancurkan harapan semua orang yang sudah mendoakan kita.

Sekarang aku sudah berhasil melupakanmu dan bahkan aku sudah tidak sempat lagi memikirkanmu, mungkin karena sibuknya aku mempercantik diriku ke salon, berjalan- jalan menghabiskan waktu di mall, dan terutama aku bisa berjam-jam bersujud kepada Rabb-ku untuk berdoa terimakasih sudah melepaskan kau dari kehidupanku.

Tuhan mungkin masih sayang padaku hingga Tuhan tunjukan semuanya untukku. Satu yang aku petik dari perjalanan saat kita bersama bahwa kelak suatu saat nanti aku akan ajarkan anak laki-lakiku untuk lebih tau bagaimana jadi seorang laki-laki harus bisa bertanggungjawab, harus bisa memberi kepastian, dan harus bisa berhati-hati saat mengucap.

Dariku seorang wanita yang pernah mencintaimu yang dulu kau jadikan aku bak seorang putri.