Kalau di Indonesia dan negara Asia lainnya seperti Malaysia atau Singapore, pedagang kaki lima dapat dijumpai di mana saja. Dari pagi hingga malam hari, kita pasti bisa menemukan pedagang kaki lima hampir di setiap sudut kota. Dari pedesaan hingga kota besar pun, pedagang kaki lima selalu laris dan digemari orang dari setiap kalangan.

Tapi apa bedanya pedagang kaki lima di Indonesia dengan di Amerika? Saya ditemani oleh Yosi Warsa, seorang Chef dan Food Consultant, menelusuri daerah Barat & Timur negara Amerika. Kami mencoba beberapa Food Cart atau bisa juga disebut Street Food, yang kami temui di kota Portland dan kota New York. Menurut letak geografinya, kota Portland berada di ujung barat negara Amerika dan kota New York berada di ujung Timur negara Amerika. Tentu iklim dan atmosphere kedua kota ini berbeda. Jadi tunggu apa lagi, yuk kita lihat apa perbedaan yang menonjol dari pedagang kaki lima di kota Portland dan kota New York.

1. Kaki Lima di Portland

Di Portland, pada umumnya pedagang kaki lima lebih di kenal dengan sebutan Food Cart atau Food Trucks. Nah, sebutan ini muncul karena makanan di buat dan di jual di dalam sebuah mobil besar berbentuk truk. Hampir sekitar 600 lebih Food Cart tersebar di kota Portland. Saya dan Chef Warsa mencoba beberapa menu makanan Food Cart. Ternyata kelezatannya tidak kalah dengan menu masakan restoran. Variasi makanan yang tersedia juga cukup luas. Ada masakan Thailand, Vietnam, Italy, America, South America, Middle East, Eastern Europe, dan lain-lainnya. Setiap Food Cart/Truck juga menyediakan berbagai macam jenis minuman dan menyiapkan area duduk bagi para pelanggan (walau sedikit terbatas).

Yang perlu di ingat saat berbelanja di Food Cart, kalian harus siap dengan uang kas. Kebanyakan Food Cart di Portland, tidak menerima pembayaran melalui kartu kredit atau debit. Jadi sebaiknya selau sediakan uang kas. Harga makanan Food Cart sangat terjangkau. Bahkan jauh lebih murah dari harga makanan di restoran. Rata-rata porsi makanan bisa berkisar $5-$10. Murah banget kan!

Advertisement

Lokasi Food Cart pun biasanya terpusat atau terkumpul di satu tempat. Kota Portland mempunyai beberapa lokasi tertentu bagi kalian yang ingin menikmati kelezatan makanan Food Cart. Beberapa lokasi yang kami tuju terdiri dari Alder Street, Southwest Fifth Avenue, Southwest Third Avenue, Southeast 12th Avenue, Southeast 43rd Avenue, Southeast 82nd Ave dan yang terakhir Southeast Division St. Karena lokasi Food Cart yang terfokus pada satu tempat, hal ini menguntungkan bagi para konsumer yang ingin menyicipi lebih dari satu menu. Tidak perlu pergi ketempat lain, karena setiap lokasi terdapat lebih dari 10-20 macam Food Cart yang berbeda. Jadi tidak perlu khawatir kalau teman anda punya selera yang berbeda dari anda sendiri. Semua jenis makanan bisa di dapatkan di setiap lokasi Food Cart.

Saat ini Portland Food Cart terus berkembang dan terus menarik pelanggan setiap tahunnya. Food Cart pun semakin menjadi trend baru tersendiri untuk kota Portland. Bahkan, Food Cart adalah salah satu keunikan dan kebangaan warga kota Portland. Jadi, kalau kalian menyempatkan diri ke kota Portland, jangan lewatkan wisata kuliner ke beberapa spot atau lokasi Food Cart yang ada.

2. Kaki Lima di New York

Untuk melengkapi wisata kuliner kaki lima saya di Amerika, Chef Yosi Warsa mengajak saya ke kota New York. Saya terima tantangannya dan kami berdua terbang langsung dari kota Portland menuju kota yang tidak pernah tidur, kota New York. Perjalanan yang cukup jauh karena letak geografis Portland dan New York bagaikan kota Sabang dan Merauke. Total perjalanan hampir sekitar 12 jam termasuk transit di kota Dallas-Fort Worth.

Saat keluar dari bandara JFK – John F. Kennedy, saya bisa langsung rasakan perbedaan kota New York dan Portland. Suara orang yang ramai di sertai dengan ributnya kendaraan, mengingatkan saya akan kota Jakarta. Mengingat tujuan saya adalah wisata kuliner kaki lima, Chef Warsa langsung mengajak saya ke pusat kota New York sendiri yaitu Times Square.

Sampai di Times Square saya melihat banyak sekali orang dari berbagai negara, sedang menikmati kemegahan kota New York. Gedung-gedung besar bertingkat serta papan-papan iklan yang terus menggoda setiap orang. Banyak sekali pertunjukan jalanan baik seni lukis, musik atau pun tarian. Sepertinya perasaaan shock bisa terlihat di wajah saya. Oleh sebab itu, Chef Warsa mengajak saya mencoba hot dog dan pretzel di salah satu Food Cart yang kita temui di Times Square.

Sambil menikmati hot dog sebagai makan siang saya, Chef Warsa menjelaskan kalau kota New York bukan hanya terkenal dengan makanan berkelas dari chef-chef ternama di dunia, tapi juga dengan makanan jalanan nya atau juga disebut Street Food. Berbeda dengan kota Portland, New York tidak memiliki lokasi khusus di mana semua Food Carts berkumpul di salah satu area. Food Cart yang ada tersebar di setiap sudut jalanan kota New York. Dari Manhattan, Brooklyn, Queens, Bronx dan Staten Island, ke lima wilayah ini memiliki Food Cart yang tersebar di setiap jalan.

Hal ini sangat masuk akal, dikarenakan warga kota New York yang biasanya penuh dengan kesibukan. Dibutuhkan akses makanan yang memang dekat dengan area tempat tinggal. Jadi jangan khawatir saat mengunjungi kota New York. Kalian tidak akan dibiarkan kelaparan, karena selalu saja ada pedagang kaki lima siap melayani hampir 24 jam setiap harinya. Pilihan makanan pun cukup banyak. Ada makanan India, Greek, Chinese, Vietnam, Thailand dan South America. Jam operasi nya pun bisa dari pagi hingga subuh hari.

Harga Street Food yang ada pun sangat murah. Kalian bisa nge-dimsum dengan harga $2! Bahkan, hanya dengan uang $5 saja, saya mampu mengenyangkan perut saya dengan pilihan menu sate ayam, dumpling, mie goreng dan telur. Luar biasa bukan?! Kota New York juga ramai dengan makanan India nya yaitu ayam dan nasi kuning dan makanan South America nya yaitu Burritos dan tacos. Menu makan ini juga sangat murah dan pastinya disajikan dengan porsi yang memuaskan.

Tentu saja kalian tetap bisa menikmati menu makanan kelas dunia di kota New York seperti di restoran Delmonico’s yang terletak di area Wallstreet. Saya di ajak oleh Chef Warsa untuk mencoba menu klasik kota New York yaitu Baked Alaska. Sajian terkenal ini konon berasal dari salah satu restoran tertua di kota New York yaitu Delmonico's. Tapi bagi anda yang sedang travel dengan budget, jangan takut! Kota New York punya banyak sekali pilihan makanan bagi kalian yang ingin menghemat saat travelling.

Note: Special Thank you untuk Chef Yosi Warsa yang sudah meluangkan waktunya untuk memenuhi keinginan saya berwisata kuliner kaki lima di Amerika.