“Cita – cita akan terasa sangat indah, jika diusahakan dengan jerih payah sendiri” (Me)

Cita – cita memang akan sangat membahagiakan jika benar – benar tercapai. Apalagi kita yang bersungguh – sungguh untuk mengejarnya dengan usaha sendiri. Mungkin cita – cita melanjutkan kuliah jenjang S2 di Luar Negeri adalah cita – cita yang mungkin bisa dikatakan hal yang mustahil dapat tercapai untuk Saya sendiri.

Ya…. Kata – kata yang selalu terucap di benak pikiran Saya selama ini. Apalagi Saya yang tahun 2016 nanti akan masuk di masa akhir perkuliahan. Banyak pertanyaan seputar masa depan Saya setelah lulus S1, kedua Orang Tua pun selalu bertanya demikian, hanya saja pendapat Ayah dan Ibu berbeda. Untuk Ayah sendiri semua keputusan ada di tangan Saya, namun beliau ingin sekali Saya untuk melanjutkan jenjang S2. Beliau selalu mengingatkan Saya untuk selalu mencari informasi mengenai beasiswa, menyuruh Saya untuk mengikuti bimbingan Bahasa Inggris, dan apapun yang berkaitan dengan Studi S2. Untuk Ibu, beliau inginkan Saya untuk kerja terlebih dahulu selama beberapa tahun untuk mencari pengalaman kerja. Namun tidak menutup kemungkinan beliau mendukung Saya untuk melanjutkan jenjang S2 setelah lulus dari S1 ini.

Pertanyaan ini pun tak berhenti di kedua Orang Tua. Pada saat itu perjalanan Saya menuju Bogor, Saya duduk dengan seorang Bapak di dalam bis. Beliau menanyakan hal serupa, setelah lulus nanti mau melanjutkan atau bekerja. Pertanyaan itu sendiri Saya tak mampu untuk menjawabnya hingga saat ini. Dan akhirnya beliau pun mengatakan semua itu ada di tangan Saya. “Jika Orang Tua mendukung, kenapa tidak untuk melanjutkan”.

Kembali ke Cita – cita yang ingin Saya capai, yaitu melanjutkan jenjang S2 di Luar Negeri. Saya pun sudah memutuskan Universitas yang ingin Saya tuju. Univerity of Wisconsin Madison, ya tempat ini adalah cita – cita yang akan menjadi tempat pendidikan Saya setelah lulus S1 nanti. Namun Wisconsin bukan menjadi satu satunya tujuan Saya, alternatif lainnya adalah Royal Agriculture Univerity di Inggris, namun Saya memberatkan pilihan menuju Wisconsin. Memang sangat mustahil bagi Saya untuk mencapai cita – cita ini. Mengingat selama di jenjang S1 pun nilai yang Saya dapatkan bisa dikatakan pas – pasan. Namun hal itu tidak membuat Saya untuk patah semangat untuk mengejar cita – cita ini. Yang bisa Saya lakukan saat ini adalah berusaha untuk terus menggapai cita – cita itu.

Advertisement

“Berusaha semaksimal mungkin untuk dapat meraih cita – cita itu” (Me)

Berusaha adalah hal yang bisa Saya lakukan saat ini, dengan terus berusaha untuk benar – benar meraih cita – cita ini. Bukan tidak mungkin hal yang mustahil, dapat di capai jika bersungguh sungguh untuk menggapainya. Cerita ini sama seperti Saya memilih Universitas setelah lulus SMA dulu. Saat itu cita – cita Saya adalah masuk ke Institut Pertanian Bogor. Alternatif lainnya Saya memilih Universitas Brawijaya Malang, tapi saat itu Saya belum memasukkan UB dalam pilihan alternatif. Saya mengikuti bimbingan untuk mempersiapkan ujian masuk menuju perguruan tinggi saat itu. Tetapi pada saat dilakukan simulasi dari bimbingan, Saya tidak sama sekali bisa masuk di pilihan Saya itu. Bahkan UB pun juga tidak masuk. Hampir saja Saya dulu patah semangat. Pada saat harus menginput data pilihan Universitas, Saya tetap memilih IPB dan UB sebagai pilihan. Tes seleksi masuk datang, Saya hanya dapat berusaha semaksimal mungkin untuk bisa masuk di Universitas pilihan Saya. Kira – kira 1 bulan kemudian, tepat 6 Juli 2012, yaitu hari pengumuman nasional diterimanya calon mahasiswa di Indonesia. Saya bergegas membuka internet sambil merasa takut, penasaran, dan bahkan gemetar. Saya memasukkan data diri Saya, dan akhirnya??? Saya masuk ke Universitas pilihan Saya. Pada saat itu Saya benar – benar bahagia walaupun bukan pilihan utama yang diterima.

Memang hanya berusaha yang bisa dilakukan, pun dengan jenjang S2 nanti Saya sudah menetapkan pilihan Saya. bukan tidak mungkin cita – cita ini benar – benar dapat tercapai. Bisa jadi Saya akan mendokumentasikan saat Saya berfoto tepat di depan Gedung Universitas pilihan Saya nanti, atau mungkin di depan Landmark kota. Well lets se…

“Wisconsin, I come to you later!” (Me)