Rasanya memang sudah lama rasa ini berada di awang awang, berada di ketidakjelasan, kau tau rasanya berada di titik ini ketika segala hal yang terpendam ingin diungkapkan namun sama sekali tak ada kesempatan, tepatnya sih bukan tak ada kesempatan namun tidak ada hak untuk itu.

Diam menyimpan dan menarik kembali segala hal yang terpendam menyimpan kembali sampai nanti, mungkin sampai usang dan berdebu semuanya masih akan tersimpan, namun persoalannya di sini aku tak lagi mampu menyimpan semuanya, aku tak lagi bisa menahan segala gejolak rasa yang ada, dan diam tak lagi mampu menjelaskan keadaan. Aku sudah terlalu lelah dengan ini semua, rasanya aku ingin segera mengakhiri semua ketidakjelasan ini, kadang aku berniat untuk berhenti memikirkanmu.

Sebelumnya biar kujelaskan detailnya, aku terus memutar otakku untuk mengingat awalnya, tapi sama sekali tak kutemukan. Namun yang pasti belakangan ini aku selalu menantikan hari bertemu denganmu. Bagiku itu adalah impian yang tak jemu-jemu aku rapalkan dalam doa, dan semoga saja semesta mendengar dan syukur-syukur ikut mengamininya, aku selalu menunggu saat duniamu sedikit senggang agar sempat menemuiku. Aku terus menghitung kemungkinan peluang untuk bertemu, meski yang kudapati hasilnya mengikis senyumku, kamu masih dengan duniamu yang begitu sibuk dan aku bisa apa, hanya bisa menunggu dengan harapan.

Tidak, sebenarnya sama sekali tidak ada fikiran negatif tentang dirimu di benakku, hanya saja aku butuh penjelasan, tapi sama sekali tidak kudapatkan darimu hingga akhirnya aku berpikir kamu mungkin sedang mengusahakan dan mempersiapkan dirimu untuk mengahalalkanku, sudah itu saja. Dan kau tidak usah takut aku juga sedang mengusahakanmu lewat doa-doa malamku. Aku berharap kita memang telah ditakdirkan semesta untuk menua bersama .

Menunggu. Ya, hanya itu cara terbaik yang bisa kulakukakan. Jangan tanyakan perihal mampukah aku menunggu, karena perihal menunggu akulah juaranya. Namun menunggu dengan ketidakpastian membuatku seperti orang bodoh, jadi kumohon beri aku penjelasan atas ketidakpastian ini supaya aku juga bisa melanjutkan hidupku menunggumu atau pergi dengan segala penyesalan.

Advertisement

Berjuang tanpa ikatan layaknya tersesat di sebuah gurun, mengabaikan goda dari fatamorgana yang memberikan harapan dan tetap melangkah di jalan yang dipilih hingga nanti bertemu yang sejati aan sekali lagi kau harus tahu bahwa aku memilihmu. Aku memlilhmu yang sedang berjuang melawan waktu, aku memilih menunggu hingga kau menepati atau mengingkari janji, aku dengan segenap rindu dan kuatku masih memilihmu sembari menyemogakan pilihanku menjadi pilihan semesta juga.

Dan untuk saat ini harus kutegaskan, aku menunggumu. Ya, aku menunggumu dan aku memilihmu.