Untuk mengawal bulan Agustus yang identik dengan proklamasi yakni hari kemerdekaan Negara kesatuan kita, mari kita bicara tentang kemerdekaan. Merdeka, adalah suatu kondisi yang menggambarkan sesuatu yang bebas dari penjajahan. Merdeka juga bisa diartikan dengan suatu kondisi tanpa tuntutan dari siapapun, seperti layaknya negara Indonesia ini. Setelah berabad-abad terjajah oleh negara lain tanpa kemanusiaan, sampailah di titik kemerdekaan. Perjuangan para pahlawan yang membela negara dan bangsa sampai titik darah sangat layak untuk diapresiasi sebesar-besarnya.

Berbicara tentang kemerdekan, lebih dalam kita marilah kita pahami. Sudahkah diri ini merdeka? Lantas seperti apakah diri yang merdeka? Seperti halnya Negara merdeka, negara yang merdeka sudah terbebas dari jajahan yang membelenggu dari penjajah. Negara bebas melakukan apapun untuk mengelola wilayahnya supaya semakin berkembang.

Hal ini dianalogikan dengan diri sendiri. Diri yang merdeka bebas melakukan apapun untuk dirinya sendiri, selama yang anda lakukan tidak merugikan diri anda dan orang lain. Diri bebas menentukan berbagai pilihan hidup untuk mengelola dirinya sendiri untuk menjadi lebih baik dan berkembang sesuai norma yang ada. Segala pikiran dan perasaan yang sedang berproses tentunya adalah buah atau konsekuensi dari pilihan yang sudah diputuskan oleh dirinya sendiri. Sehingga tidak ada paksaan ataupun kegusaran yang melanda jiwanya.

Diri yang merdeka akan terbang, lepas, melayang namun terarah. Ia tahu kemana ia harus hinggap dan berhenti. Jauh dari tuntutan dan kekangan dari orang lain untuk mengikuti kemauan orang lain. Banyak dari kita yang merasa terperangkap pada keadaan yang menurutnya adalah bukan dunianya. Ini adalah hasil dari pilihan yang seringkali tidak tepat sasaran untuk dirinya sendiri.

Maka dari itu, bangunlah sendiri hidupmu. Percaya bahwa anda mampu melakukan sesuatu yang luar biasa untuk diri anda sendiri. Tak perlu ragu apalagi pesimis dengan diri anda sendiri. Jangan sampai anda menjatuhkan suatu pilihan untuk kelangsungan hidup anda kepada orang lain yang justru akan menjadi boomerang untuk hidup anda. Jika sudah seperti ini, diri anda yang sebenarnya menjadi penjajah untuk diri anda sendiri.

Advertisement

Jadilah diri anda sendiri. Jangan sampai terperangkap kedalam dunia yang bukan menjadi diri anda. Selain tidak menjadi diri anda, anda juga dipekerjakan oleh orang lain untuk mengikuti apapun maunya.