Entah mengapa, seberapa hebat pun kamu membuatku kesal, seberapa sering pun kamu membuatku jengkel, realistis saja, aku tak mampu berpaling untuk mencintaimu. Kau lebih serupa zat adiktif yang mampu melumpuhkan kesadaran. Harusku akui keindahanmu tidak pernah pudar, keunikanmu nampak selalu memancar.

Karaktermu nampak selalu hidup. Sungguh kau adalah maha karya Tuhan yang indah. Tuhan telah menganugerahimu pesona yang memberikan kenikmatan retina mata, yang tidak sedetik saja aku mampu memalingkan muka untuk menatapmu.

Karena berkat siapa aku bisa menjelma jadi seperti ini? Ini karena ulahmu, ini karena campur tanganmu, ''karena dengan disakiti, kita bisa belajar memaafkan, dan karena sebuah kehilangan kita bisa belajar melepaskan "

Aku tak mungkin sedewasa ini jika tidak ada campur tanganmu. Sungguh beribu terima kasih kuhaturkan kepadamu, yang pernah bertengger di hatiku. Jangan pikir aku bisa berhenti mencintaimu dan selamat bertengger di hati pria lain yang lebih mampu membuat batinmu tersenyum bahagia, Ingat terus ya klise-klise konyol yang dulu sempat terukir bersama 🙂