Bagi keluarga, belum lengkap rasanya kalau belum punya anak. Karena anak inilah yang nantinya akan meneruskan jejak keluarga. Namun persoalannya, bagimana mendidik mereka agar menjadi sosok yang memang benar-benar siap. Siap menjadi penerus keluarga, menjadi anak yang berbakti, dan tentunya menjadi penerus bangsa yang dibangga-banggakan.

Mulailah hal-hal kecil di bawah ini dari sedini mungkin, hingga saat mereka menjelang remaja atau sekitar 15an tahun.

1. Beri kasih sayang kepada mereka, namun jangan selalu dimanja. Memberi kasih sayang bukan berarti harus menuruti setiap keinginannya. Banyak orang tua lupa, dan terus beranggapan bahwa memanjakan mereka merupakan bentuk kasih sayang. Itu pandangan yang keliru. Justru jika semakin orang tua selalu memanjakan mereka, malah akan berdampak buruk pada anaknya. Timbul rasa ketergantungan tinggi di dalam jiwa sang buah hati.

2. Kasih jadwal kegiatan mereka sehari-hari. Ini penting, melatih kedisiplinan mereka. Jadwal kegiatan juga akan membuat anak-anak belajar membagi waktu. Menggunakan waktu dengan suatu kegiatan yang berguna dan bersifat positif.

3. Ingatkan mereka ketika lupa melakukan kegiatan tidak sesuai jadwal. Hal ini akan melatih ingatan mereka. Jangan langsung kasih tahu ia akan kegiatan yang harus dilakukan, namun berikan pertanyaan tentang kegiatan apa yang harus dilakukan pada jam sekian, atau menit sekian, atau sebagainya.

4. Jangan hukum mereka dengan perlakuan kasar, namun hukuman yang mendidik. Hukuman tujuannya ialah baik. Tentu kalau hukuman itu kasar, melukainya, menyakitinya, apa itu baik? Jangan sesekali lakukan itu. Kalau tujuannya baik, hukuman itu juga harus yang baik-baik, namun yang sekiranya membuat mereka jera. Ex, pura-pura saja pergi dari rumah untuk selama-lamanya, biarkan anak sendirian dirumah, tanpa teman, tanpa siapa-siapa, dan sedih merenungi nasibnya sampai nangis gitu. Tapi jangan lupa kembali setelah beberapa jam.

Advertisement

5. Ketika mereka berbuat salah, marahi mereka dengan perasaan. Omelan orang tua akan selalu membekas pada ingatan seorang anak. Terkadang kita sendiri saja masih kangen dengan omelan orang tua. Semakin baik omelannya, ya semakain baik pula anak yang diomelinya. Omelan juga merupakan bentuk kasih sayang, walaupun terkadang dianggap cerewet. Jangan pernah menyerah ya para ortu… Bawalah omelanmu menusuk perasaan sang anak. Seorang anak akan mudah menyerapnya ketika sudah masuk pada tahap perasaan mereka. Ajak mereka berbicara tentang perasaan. Ingatkan mereka tentang keluarga, kebahagiaan, kemiskinan, pengangguran, dan keadaannya saat itu.

6. Jangan pernah berkata kasar kepada mereka. Setiap kata yang keluar dari mulut orang tua kepada anaknya adalah edukasi. Sekali kau berkata kasar pada anakmu, berarti kau mengajarkan kepada mereka hal yang kasar kepada mereka. Lalu apakah kamu akan memberikan pelajaran kasar untuk anak yang kamu kasihi? Tentu tidak. Perkataan kasar ternyata juga mengajarkan kepada mereka untuk berkata kasar kepada orang lain. Bahkan kepada orang tuanya sendiri yang mengucapkan kata kasar. Maka jaga mulutmu di depan mereka, kalau kamu tak ingin mereka berlaku kasar kepadamu.

7. Atur jam belajar mereka. Tentukan waktu yang tepat bagi mereka untuk belajar. Malam untuk mempelajari pelajaran sekolah dan mengerjakan PR. Pagi-pagi belajar menghafal. Pulang sekolah tanyain tentang pelajaran yang disampaikan di sekolah. Sore ajari dia beragama yang baik, akhlak, moral dan lain sebagainya.

8. Ajaklah mereka rutin merenungi kehidupan. Ketika mereka sudah agak mampu berpikir, jangan sungkan mengajak mereka ke tempat yang sejuk dan nyaman untuk merenungi kehidupan. Atau hal ini bisa dilakukan di pagi hari sekitar jam 3, waktu yang tepat untuk menyejukkan jiwa di tengah sepi dan gelapnya alam.

9. Jangan enggan mengajak mereka untuk selalu berpikir. Pancing anak-anak untuk selalu berpikir. Kerjakan PR sendiri, jangan pernah kasih tahu jawabannya, boleh kalau hanya sekedar kasih jalan/caranya. Ini akan membuat mereka terbiasa untuk menyelesaikan masalah sendiri, tidak mudah putus asa, tidak mudah prustasi, dan selalu kreatif juga inovatif dalam menghadapi setiap hal.

10. Latih mereka untuk hidup mandiri. Sekira anak mampu melakukan, sesekali bebankan kepada mereka. Seragam sekolah yang ia pakai, sepatu, suruh mereka untuk mencucinya ( tapi sebelumnya ajari untuk mencuci baju dengan baik) sendiri. Hal ini akan melatih mereka agar tidak selalu bergantung kepada orang lain atau hal lain.

11. Kenalkan mereka dengan alam dan lingkungannya. Ajaklah mereka untuk mengamati suatu hal di sekitar mereka. Berilah kebebasan kepada mereka untuk melilih hal yang mereka amati. Suruh mereka merekam seluruh kejadian pada hal tersebut. Tanyakan hasil seluruh pengamatannya setelah mereka selesai mengamati. Mintalah pendapat mereka tentang kejadian dalam pengamatannya.

12. Biarkan mereka bermain dengan temannya, namun awasi permainannya. Suatu yang mereka mainkan, berpengaruh pada prilaku mereka. Siapa temannya juga mempengaruhi prilakunya. Game yang anak-anak mainkan jangan sampai yang bersifat pornografi, kekerasan, asusila, atau bahkan narkoba atau sejenisnya. Jangan sampai terjadi. Juga lihat teman bermain mereka siapa, itu penting.

13. Amati selalu kesehatan dan perkembangan mereka setiap harinya. Buatlah buku catatan nilai untuk mereka. Catat setiap perkembangan yang telah mereka lakukan. Catat juga perkembangan selanjutnya yang harus mereka capai pada hari-hari berikutnya. Sertakan nilai yang patut diberikan pada peningkatannya. Bukan hanya guru yang memberikan nilai pada anakmu. Pasalnya, sebenarnya guru hanyalah sebagai wakilmu saja dalam mendidik mereka. Tapi secara keseluruhan, orang tua lah yang wajib, berhak, dan bertanggung jawab atas perkembangan mereka.

14. Latih mereka untuk selalu bertanya-tanya tentang kehidupan. Beberapa orang tua biasanya cuek dengan anak yang bertanya melulu. Apakah termasuk anda? Segera rubah sikap cuek anda itu. Ketahuilah, bahwa pertanyaan itu muncul menunjukkan adanya perkembangan pada kecerdasan mereka. Dukung terus kesempatan ini. Justru pada keadaan seperti ini menggambarkan keingintahuan mereka yang amat tinggi.

15. Kasih mereka motivasi untuk perkembangan mereka. Motivasi akan membangun jiwa dan inspirasi mereka. Anak yang tidak mendapatkan motivasi cenderung malas, prustasi, mudah puas, bahkan tidak peduli pada dirinya apalagi lingkungannya.

16. Tanamkan kepada mereka rasa tanggung jawab dan kebersamaan. Rasanya semuanya kurang kalau rasa tanggung jawab ini tidak ditanamkan pada anak sejak dini. Membekali mereka untuk selalu siap mempertanggungjawabkan semua hal yang mereka lakukan. Rasa kebersamaan juga sama pentingnya. Karena mereka hidup itu tidak sendirian. Dia terlahir ke dunia sebagai makhluk sosial, makhluk yang bermasyarakat. Hidup rukun, saling menghormati dan saling membantu itu kuncinya.

17. Biasakan mereka untuk membaca. Belikan mereka berbagai buku yang menyenangkan untuk dibaca dan menginspirasi. Berilah hadiah buku pada setiap preatasi mereka. Membaca akan menambah wawasan mereka untuk menyongsong masa depan. Sesuaikan target bacaan mereka sesuai kemampuannya.

18. Tanamkan pada jiwa mereka rasa haus akan pengetahuan. Ini yang terpenting, rasa keingintahuannya akan menjadikannya sosok yang genius, smart, dan tak pernah bosan untuk belajar. Dimanapun tempat, dan kapanpun waktunya, di situlah ia belajar. Belajar tentang berbagai hal yang tidak banyak orang ketahui. Lakukan hal-hal di atas jika anda menjadi orang tua yang mempunyai harapan kepada anaknya. Orang tua yang berharap anaknya menjadi manusia yang berguna bagi keluarga, agama, lingkungan dan bangsanya.

Catatan ini setidaknya bisa membantu, namun semuanya tergantung pada orang tuanya. Mau ditambah lagi juga malah lebih baik. Oke, sekian.

Terima kasih, semoga bermanfaat.