Pernah tiba-tiba ditengah percakapan yang sedang asyik-asyiknya hadir orang dengan karakter yang bikin kita "Emm.. ini orang kenapa ya?"

Komunikasi adalah salah satu cara paling mudah bagi sesama manusia untuk mengutarakan pendapat, opini atau dalam skala yang sangat penting, vital fungsinya dalam pekerjaan, presentasi misalnya. Tapi ada beberapa hal-hal yang ngga sadar sering kita lakukan saat berkomunikasi atau ngobrol dengan lawan bicara kita.

Terlalu Sering Membicarakan Diri Sendiri

Tidak dipungkiri, kualitas diri adalah salah satu nilai plus yang harus ditunjukkan seseorang demi tercapainya sebuah penghargaan atas diri. Tetapi terkadang ada beberapa orang yang tidak, atau mungkin belum bisa mengendalikan dirinya sendiri. Adanya pencapaian yang telah didapat dirasa sangat perlu untuk diceritakan ke orang lain. Sayangnya, tidak sedikit yang kebablasan, alih-alih ingin memotivasi orang lain malah aksen kita yang terlalu banyak mengumbar keistimewaan diri dianggap sombong oleh orang lain.

Mengumpat

Advertisement

Mungkin ini bukan hal tabu bagi kaum hawa. Mengobrol adalah sarana paling mudah bagi wanita untuk menyalurkan fikiran, baik untuk membahas hobi atau bertukar pendapat mengenai suatu hal. Tapi yang tidak baik adalah saat seseorang mulai terlalu sering mengumpat kesalahan, malah jadinya kebablasan ghibah. Nah disini, seseorang dianjurkan memiliki pengendalian diri untuk memfilter hal-hal apa saja yang harus dibicarakan dan tidak dibicarakan. Serta diperlukan beberapa rekan yang mawas diri, yang mau menasehati demi perubahan sikap yang lebih baik agar tidak merugikan pihak manapun.

Bukan mendengarkan, tapi sibuk menjawab.

Kebanyakan dari kita kadang terlalu ingin dianggap hebat dengan menyela beberapa percakapan teman.Tujuannya memang bagus untuk dilihat sebagai orang komunikatif, tetapi sadar tempat dan situasi adalah hal utama yang harus dikuasai. Karena tidak semua orang bisa menerima sikap yang satu ini. Bahkan beberapa ketidaknyamanan akan muncul setelahnya. Jika sudah begini, bagaimana komunikasi yang baik akan tercipta?

Nah itu tadi beberapa hal yang dapat menyebabkan lawan bicara kita illfeel atau bisa jadi tidak nyaman. Semoga dengan beberapa pengetahuan yang kian maju, tidak menurunkan kualitas kita dalam berkomunikasi ya gaes, termasuk segi etikanya.