Kita semua pasti pernah bertanya-tanya, "Sekarang gue harus ngapain ya? Duh…bosen banget nih! Ih..si anu dah jalan-jalan ke luar negeri aja, pulang bawa gelar S2, sementara gue di sini nggak tau mau ngapain! Duh, gue ngapain ya sekarang?!" Pertanyaan-pertanyaan semacam ini muncul ketika kamu udah nggak ngerti harus ngapain lagi setelah selesai beraktivitas atau selesai UAS buat anak kuliahan yang temen-temennya pulang kampung semua selama 1-2 bulan, dan kamu nggak ada temen main lagi atau satu per satu temen kuliah sudah mulai pergi meninggalkan dirimu alias lulus dan mendapat pekerjaan atau meneruskan bisnis orang tuanya, sementara kamu belum lulus-lulus masih mempersiapkan kelulusanmu.


Sadarkah kamu kalau semua pertanyaan itu memiliki inti yang sama?


Ya, pertanyaan itu jika dirunut lagi bermuara pada satu inti pertanyaan yakni: "Gue ngapain sih hidup?!" Secara umum, tujuan manusia hidup itu ada dua, yaitu mempersiapkan akhiratnya atau kehidupan lain setelah kematian dan bertahan agar tidak sengsara dalam menjalani kehidupan.


Tujuan hidup manusia itu hanya ada dua, mempersiapkan kehidupan akhirat dan bertahan menjalani kehidupan saat ini.


Untuk menggapai dua tujuan hidup itu, Tuhan tidaklah diam saja dan tidak membiarkan manusia tanpa bekal. Salah satunya adalah waktu. Coba kita renungi sekali lagi, sudah digunakan untuk apa waktu kita mulai dari bersekolah hingga sekarang ini? Apakah kita sudah menggunakan waktu itu dengan sebaik-baiknya? Padahal kita hanya diberi waktu oleh Tuhan itu sangat terbatas dan kita tidak tahu kapan waktu kita habis di dunia ini.

Advertisement

Banyak buku atau bacaan yang membahas mengenai pemanfaatan waktu seperti entrepreneurship, travelling, teknologi dan lain sebagainya, namun belum ada yang merangkum apa saja yang harus dilakukan oleh manusia agar dapat memanfaatkan waktu yang sebaik-baiknya. Jika kita lebih jeli lagi, waktu atau time adalah sesuatu yang sangat bernilai harganya dan bisa di bilang kalau waktu adalah investasi.


Waktu adalah investasi yang sangat berharga dan tidak dapat kita ambil kembali.


Jika waktu adalah investasi, maka tentu saja jangan sampai menyia-nyiakan waktu. Karena ia terlau berharga untuk disia-siakan. Dengan bekal waktu, kita dapat meraih 2 tujuan hidup yang sudah dibahas tadi. Lalu kita harus ngapain?

1. Investasi uang

Ya, kalau yang satu ini kayaknya nggak usah ditanya lagi deh. Kita nggak bisa nyangkal bahwa apa-apa di zaman sekarang ini pasti butuh duit, mulai dari gimana kita makan di warteg, sampe beliin hadiah buat pacar teman atau keluarga yang lagi ulang tahun atau beli tiket pesawat buat pulang kampung.

Biasanya buat investasi uang ini, kebanyakan orang akan berpikir gimana harus mengembangkan duit entah kerja sambilan atau dagang atau yang parah seperti pesugihan babi ngepet, pelihara tuyul, dan lain-lain (jangan dilakuin ya kalau yang terakhir ini, hihihi…). 

Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengembangkan uang yang kita miliki, seperti:


  1.  Menanamkan saham atau modal di perusahaan lain,

  2.  Bisnis properti (kosan, kontrakan, hotel, hostel, dan sebagainya),

  3.  Pertanian/peternakan,

  4.  Deposito,

  5.  Buka fotocopy-an di daerah kampus,

  6.  Persewaan mobil/motor,

  7.  Kerja sambilan di GO*EK, G*AB, U*ER,

  8.  Dan banyak usaha-usaha lain yang intinya adalah "beternak uang".

Tujuan dari investasi uang ini adalah untuk menjaga stabilitas agar kita dapat melakukan aktivitas yang kita inginkan. Ibarat bensin yang menjadi sebab mobil dapat berjalan, uang ini juga merupakan sebab kita mampu mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Jangan sampai kita kehabisan uang, namun juga jangan hanya fokus pada uang saja! Karena investasi kita itu bukan hanya uang.


Uang memang bukanlah segalanya, namun uang merupakan salah satu sebab kita mampu mendapatkan sesuatu yang kita inginkan.


 2. Investasi kesehatan

Nah, yang satu ini biasanya kelupaan. Kebanyakan orang fokus di investasi keuangan saja, bahkan ketika ada terdengar kata "Investasi" pasti pada mikir "uang". Padahal tidak! Kesehatan merupakan investasi yang sangat-sangat penting bahkan jika kita tidak melakukan investasi ini, kita akan sangat menyesal di hari tua nanti!

Ketika kamu sedang berinvestasi kesehatan, yang di maksud bukanlah kamu ikut asuransi atau program perlindungan jiwa. Karena asuransi dan program perlindungan jiwa bukan termasuk investasi kesehatan tetapi termasuk "jalan keluar ketika kita sudah tidak lagi sehat."

Inti dari investasi kesehatan adalah bagaimana kita mempertahankan kesehatan tubuh ini dengan sebaik-baiknya. Coba kita renungkan lagi, ketika kita sudah memiliki uang katakanlah Rp1.000.000.000,- tetapi otak kita lumpuh karena stroke/angin duduk/kanker (Na'udzu billah) mau apa kita? Uang itu perlahan-lahan akan habis untuk membiayai pengobatan kita. Bukankah kesehatan itu adalah salah satu dari dua nikmat yang paling sering dilupakan oleh manusia?

Investasi kesehatan ini tidak hanya berupa kesehatan fisik semata. Secara umum, investasi kesehatan ini terdiri dari dua, yaitu kesehatan fisik (tubuh) dan kesehatan jiwa (psikis). Sadarkah kamu bahwa travelling itu juga merupakan investasi kesehatan? Travelling dengan pacar teman-teman atau sanak saudara ke tempat yang indah, tertawa bersama dan berlibur merupakan penghilang stres atau depresi. Hal ini bener-bener harus diperhatikan karena depresi merupakan penyakit kejiwaan yang tidak mudah dideteksi.

Selain travelling, kamu juga bisa bermain game untuk menghilangkan penat sejenak dari kejenuhan belajar di kampus, kerjaan yang numpuk dari bos, atau ketika kamu sedang tidak mengerti harus melakukan apa. Tapi kamu jangan kecanduan ya, karena game dan hiburan seperti film, nongkrong, travelling itu bukan sesuatu yang dilakukan terlalu banyak. Waktu kita untuk investasi kesehatan jiwa jangan sampai membuat kita kehabisan waktu untuk investasi yang lain.

Kamu juga bisa mengisi waktu dengan futsal, badminton, renang, bela diri atau apapun yang merupakan permainan sekaligus olahraga fisik yang menyehatkan. Coba kita hitung, dalam seminggu kita olahraga berapa kali jika dibandingkan makan? Jangan heran kalau perutmu gendut kamu terkena risiko penyakit obesitas atau penyakit-penyakit yang lain.


Kesehatan adalah salah satu dari dua nikmat yang paling sering dilupakan oleh manusia.


3. Investasi keluarga

Biasanya, bagian ini adalah bagian yang paling sering dibahas oleh kawula muda. Ya, apa lagi kalau bukan urusan percintaan dan menjalin hubungan yang lebih serius atau berkeluarga? Disadari atau tidak, bahwa ketika kita memutuskan untuk menikahi pacar orang yang kita cintai baik terang-terangan maupun dalam diam. Sebenarnya kita sedang berinvestasi!

Hah? Investasi? Dari mana?

Sabar…biar aku jelasin dulu. Untuk para jomblo yang sedang menanti cinta mas-mas/mbak-mbak yang sudah atau akan menikah, pasti kalian akan berpikir ingin punya anak. Ya, itu sudah kodrat dari sononya jika manusia itu ingin meneruskan kelanjutan hidupnya. Kita yang saat ini masih berusia 18-23 tahun, biasanya belum terpikirkan bahwa kita ini tidak selamanya muda. Ada kalanya kita nanti ketika usia 60 tahun ke atas sudah mulai sakit-sakitan entah itu lambung, asam urat, atau penyakit-penyakit yang berkaitan dengan usia. Investasi kesehatan yang kita bahas di poin nomor dua itu sebenarnya adalah salah satu usaha yang kita lakukan agar kita memperpanjang usia produktif tubuh kita. Sementara, ada satu penyakit yang tidak bisa disembuhkan dan tidak dapat dihindari yaitu tua. Dan juga, kita nggak akan merasa bangga jika kita sukses namun anak kita tidak.

Memiliki anak, merupakan suatu investasi dan anugerah Tuhan agar kita merawatnya dan kelak ketika dewasa, mereka lah manusia yang dapat kita andalkan ketika kita membutuhkan bantuan. Coba pikirkan, ketika kita nanti sudah usia 70 tahun dan memerlukan perawatan khusus, siapa yang akan merawat kita? apakah teman kita? tetangga kita? tentu saja anak-anak kita.

Buat semua yang lagi baca ini, segeralah berbakti kepada orang tua kalian yang masih hidup. Karena kalian adalah harapan orang tua. Janganlah kalian durhaka, nanti kalian ngerti sendiri rasanya kalau anak kalian durhaka. Bagi pasangan suami istri muda yang sekarang punya anak, sayangilah, rawatlah dan didiklah anak kalian baik-baik. Suasana keluarga yang kondusif, positif, dan cerdas akan menghindarkan anak-anak kita dari pengaruh buruk seperti perangai kasar, depresi, dan keretakan rumah tangga. Bukankah memiliki anak yang sukses merupakan kebanggaan kita juga di depan orang lain?


Keluarga adalah harapan kita di masa depan karena kita memiliki waktu yang terbatas.


 4. Investasi ilmu

Untuk melakukan hal-hal yang sudah dilakukan di atas, tentu saja kamu membutuhkan ilmu dasarnya. Ilmu yang di maksud adalah ilmu yang bersifat umum, baik yang bisa di uangkan atau yang hanya sekadar hobi saja. Seperti ilmu bahasa, ilmu bela diri, ilmu memasak, ilmu programming, ilmu bisnis, dan lain-lain.

Kita diciptakan salah satunya adalah untuk berpikir dan menuntut ilmu. Ada suatu kalimat yang baik yang patut kita renungi,


"Tuntutlah ilmu dari sejak buaian hingga liang lahat."


Artinya, selalu tuntutlah ilmu di manapun kalian berada sejak kalian kecil hingga ajal menjemput. Menuntut ilmu itu bukan berarti kamu harus ambil les sana-sini, bikin PR, tugas, UTS, UAS dan seperti sistem sekolah yang membosankan kurang menarik. Kamu bisa menuntut ilmu dengan datang ikut turut serta membantu orang yang memiliki usaha seperti kedai kopi, digital printing, merchandise, atau apapun yang kamu sukai. Atau ketika sedang libur akhir semester, cuti, kamu bisa pergi ke tempat yang kamu suka dan belajar bagaimana cara membuat kue, menanam pohon salak, membuat irigasi darurat di kampung halaman. Itu juga termasuk menuntut ilmu.

Jika kamu sudah bosan dengan travelling, pergi ke mal dengan teman-teman, and you still don't have anything to do but you are really bored maka kamu bisa mencoba kembangkan hobi kamu. Siapa tau bisa di uangkan di masa depan. Kamu belajar programming dan bikin robot, siapa tau besok robotnya bisa bantuin kamu pijit-pijit kalau lagi capek atau kamu belajar gimana caranya bikin panel surya, atau kamu yang suka dunia perbengkelan bisa mencoba modifikasi motor (asal jangan bikin knalpot bising aja). Atau kembangkan juga ilmu bahasa kamu, seperti bahasa Inggris biar bisa travelling ke luar negeri dan nawar barang, Bahasa Arab biar nggak tersesat kalau pas lagi umroh, atau bahasa Korea, siapa tau dapet orang sana kan? Atau kamu belajar renang, masak kalau pergi ke kolam renang sama temen-temen atau lagi main ke laut cuma diem aja di pinggir liatin yang lain kayak Nobita aja hehehe.


Kecerdasan merupakan salah satu sebab kita mudah dalam melakukan segala sesuatu.


5. Investasi akhirat

Nah, yang satu ini juga jangan pernah dilupakan! Karena ini merupakan tujuan utama dalam hidup ini. Jangan lupa bahwa kamu hidup sekarang di dunia ini akan dimintai 4 pertanggungjawaban.


  1. Umurmu dihabiskan untuk apa?

  2. Badanmu digunakan untuk apa?

  3. Ilmu digunakan untuk apa?

  4. Hartamu didapat dari mana dan digunakan untuk apa?

Untuk mempersiapkan kehidupan akhirat, berbuatlah amal baik dari sekarang terutama amal-amal jariyah yang pahalanya akan mengalir walau kita sudah meninggal dunia. 


Lakukanlah kelima investasi ini sebelum habis waktunya dan menghadapi penyesalan yang tiada guna di akhir kehidupan!