Ada yang bilang kalau patah hati itu menyakitkan, rasa-rasanya bumi itu sudah nggak berputar lagi dan seolah-olah gaya gravitasi di planet bumi ini sudah hilang ditelan sakit yang kita alami. Tapi nyatanya dari yang saya liat dan yang saya sudah alami sendiri, patah hati itu memang berpengaruh besar dalam hidup kita untuk ke depannya ataupun untuk masa di mana kita sedang ngalami patah hati itu sendiri. Contohnya ada yang jadi malas kuliah atau kerja, nggak selera makan, nggak semangat dalam melakukan apapun, atau yang parahnya lagi yang jadi suka bad mood sendiri sama semua orang, kan bahaya itu namanya. Untuk mengatasi itu semua, berikut 8 langkah yang harus kamu lakukan agar cepat move on dari mantan kamu!

1. Menangis sepuasnya 

Kenapa harus menangis sepuasnya? Ingat, semua orang butuh sarana untuk meluapkan emosinya dan kita manusia memang diciptakan memiliki kemampuan itu, bahagia tertawa dan sedih menangis. So, pastikan emosimu tersalurkan dengan baik, jangan sok kuat "aku nggak akan nangis ya setelah dia selingkuh, memang dia pikir dia siapa?" It's bullshit, girls. Jangan pernah bohong dengan apa yang kamu rasakan, bahwa hati kamu sedang hancur.

2. Terima kenyataan

Ingat prinsip ini "tidak semua apa yang kamu inginkan dapat terpenuhi" Terima kenyataan kalau hubungan kalian telah berakhir, entah itu karena dia mendapatkan wanita yang lebih baik dari kamu yang diselingkuhi, entah itu karena hubungan kalian nggak ada ujungnya (beda keyakinan), ataupun karena mungkin kalian sudah tidak cocok satu sama lain. Terima kenyataan kalau kamu dan dia telah berakhir.

Advertisement

3. Jauhi media sosial

Trust me, rata-rata perempuan saat sedang galau-galaunya dia akan mengekspresikan kegalauannya di media sosial dan setelah mereka sehat atau sadar kembali mereka akan menyesal "ya ampun bisa-bisanya aku update status se-alay ini".

Jadi, sebisa mungkin setelah kalian baru putus lebih baik jauhi media sosial untuk beberapa saat. Hal tu juga akan membantumu untuk tidak berkeinginan stalking mantan, yang buat kamu semakin susah move on.

Stop cari tahu dia sedang dekat sama siapa, kegiatannya lagi apa dan lain sebagainya. Dan kalau kamu ingin curhat tentang kerinduan akan dia atau betapa menderitanya kamu setelah kepergiannya, jangan di media sosial, ceritakan pada teman atau keluarga atau yang lebih baik lagi pada Tuhan. Percaya atau tidak, menjauhi media sosial saat hatimu sedang remuk redam itu akan membuat kamu lebih tenang.

4. Jangan buru-buru punya pacar baru

Kadang kita perempuan nggak mau kalah banget kan, ya? hehe. Apalagi buat kita yang putusnya karena di khianati, pasti kita akan berusaha cari pengganti dia dengan cepat untuk dibuktikan ke mantan kita kalau kita bisa dapat pacar baru yang mengindikasikan kalau kita udah move on. Girls, it's not working.

Hal itu hanya kamuflase saja. Kamu nggak akan bahagia kalau kamu dapat pacar baru atau dekat dengan cowok lain hanya untuk manas-manasin dia. So, jangan terburu-buru, yakinkan dirimu untuk tidak membanding-bandingkan pria lain dengan mantanmu. Lagipula kamu nggak mau kan kalau punya pacar baru? Eh, ujung-ujungnya putus lagi.

5. Sibukkan diri

Ya, kadang kita nggak bisa sih segampang itu buat melupakn orang yang kita sayang dan yang selalu bisa bikin kita nyaman. Kita pasti rindu saat-saat dia romantis dulu. Saat kita lagi datang bulan dia yang dengan sabar menghadapi omelen kita, saat kita lagi ingin dimanja minta jemput, dia selalu usahain buat jemput dan lain sebagainya.

Jadi, jangan terlalu memaksakan diri untuk melupakannya, semakin keras kamu melupakannya semakin sakit juga rasanya. Mulailah sibukkan diri dengan hal yang bermanfaat, contohnya tambah kegiatan kamu dengan ikut les musik, les bahasa, atau coba-coba nulis sesuatu. Apa saja yang penting kegiatan itu bermanfaat buat hidup kamu ke depannya dan membuat kamu lebih kenal banyak orang. 

6. Intropeksi diri

Berhenti playing victim, dia itu jahat, dia itu brengsek, dia tega sama aku, stop it! Dalam hubungan itu kamu atau kita perempuan juga berperan dan tidak ada manusia yang sempurna. kalau hubungan kita berakhir coba di flashback. Why? Why dia selingkuhin aku? Why kita selalu berantem? Why dia nggak mau lagi sama aku? Why kita nggak pernah sepemikiran?

Banyak hal-hal yang mungkin perlu kita rubah dari dalam diri kita. Kita mungkin terlalu manja, terlalu posesif, suka marah nggak jelas, kurang jaga penampilan, kurang perhatian, kita selalu menuntut menjadi objek perhatian dalam hubungan kita sendiri, dan lain-lain.

Jadi, cobalah untuk intropeksi diri kita. Semua itu bukan menjadi alasan buat kamu merasa bersalah, ya! Ingat, laki-laki yang sayang denganmu tidak akan meninggalkanmu dengan alasan-alasan di atas, dia pasti akan mengajarimu pelan-pelan, merubah sikap kamu yang tidak disukainya meskipun merubah sifat manusia itu nggak gampang, memastikan bahwa dia menerima kamu dengan segala kekuranganmu.

Sebenarnya itu bukan alasan. So, maafkanlah dia atau maafkanlah keadaan. Berhenti membencinya atau berhenti membenci keadaan, itu akan mempercepat kamu untuk move on, girls. Jangan membenci apapun dan siapapun karena itu ibarat kamu meminum racun untuk dirimu sendiri dan berharap orang lain yang mati.

7. Perhatikan penampilan dan hobi

Mungkin dulu kamu tidak ada waktu untuk pergi ke salon, atau hanya sekedar maskeran di rumah karena sibuk dengan dia atau mungkin saja hobi kamu yang dulu, sudah tidak pernah lagi kamu lakukan. So, it's time for you, girls. Coba deh salurkan lagi hobimu, perhatikan lagi penampilan kamu. Biar jadi lebih cantik gitu kalau jumpa dengan cowok lain. Siapa tau jodoh kan, ya?

Meskipun ada yang bilang jangan lihat buku dari covernya, tapi kalau cover buku itu memang nggak penting, Untuk apa orang rela mengeluarkan uang mahal-mahal buat design covernya? So, penampilan itu juga penting, tapi ingat karakter tetap yang utama ya!

8. Dekatkan dirimu dengan Tuhan dan keluargamu

Mungkin selama kamu pacaran dengan dia malah buat kamu semakin jauh sama Tuhan dan keluargamu sendiri. Kamu semakin jarang beribadah atau ikut kumpul acara keluarga. So, mulai sekarang coba kembali lagi ke jalan yang benar. Mulai perhatikan keluarga kamu dan dekatkan diri dengan Tuhan, karena apapun yang terjadi dalam hidup kita, keluarga yang selalu ada menemani kita di saat kita dalam titik terendah dan di saat hati kita hancur kita minta kekuatan sama Tuhan kan? Bukan sama mantan, ups.

Nah, itu dia beberapa cara yang mungkin kamu bisa lakukan ya. Semoga bisa membantu kamu! Percaya deh semua sudah diatur Tuhan, bahkan sehelai rambut kita yang jatuh pun sudah jadi rencananya, apalagi pasangan hidup kita nanti.


Selama kita melakukan hal-hal yang baik, kita pasti mendapatkan yang baik juga. Mungkin bukan sekarang tapi nanti,  Mungkin juga bukan nanti, tpi bisa jadi pahala kita di surga itu dalilnya.