FYI, saya anak bungsu. Agaknya juga tidak terlalu penting buat teman-teman jika saya anak bungsu, sulung ataupun tunggal. Saya cuma mau berbagi cerita, pengalaman selama 18 tahun menjadi anak bungsu.

Dan inilah yang saya rasakan selama menjadi anak bungsu:

1. Dimanjakan

Beberapa anak bungsu mungkin ada yang tidak manja. Tetapi orangtua mereka, khususnya ibu sering memanjakan anak bungsu. Bahkan kadang sampai pilih kasih, lebih sayang sang adik ketimbang kakaknya.

2. Manja

Sebab sering dimanjakan, maka seringkali tumbuh sebagai sosok yang manja. Saya termasuk, tetapi bukan cuma saya. Beberapa orang yang saya jumpai dan merupakan anak bungsu rupa-rupanya juga manja. Terkadang manja tersebut kebawa sampai ke dunia pertemanan mereka.

Kalian para anak sulung yang berteman dengan anak bungsu terkadang jadi memiliki adik tambahan dan harus memomongnya.

3. Dianggap Anak Kecil

Advertisement

Karena merupakan anak terakhir, terkadang menjadi pusat perhatian dalam keluarga. Apalagi selisih usia dengan kakak-kakaknya cukup jauh. Selalu dianggap sebagai anak kecil yang nggak ngerti ini dan itu. Selalu mendapat arahan sekalipun usia sudah tidak bisa disebut remaja lagi.

4. Memiliki Banyak Orangtua

Kakak-kakakmu terkadang menjadi pengganti ayah dan ibu. Otomatis kamu memiliki orangtua yang berlebih. Ketika orangtua sedang sibuk bekerja atau sudah terlalu sepuh untuk mengurusimu, kakak-kakakmu bakal menggantikan posisi mereka.

Apalagi bila kamu hanya dua bersaudara dan kakakmu adalah perempuan. Dia akan repot sekali mengurusmu walaupun kamu tidak meminta dan sebenarnya bisa melakukan segala sesuatunya sendiri. Bahkan terkadang kakakmu bisa jadi lebih cerewet dan over protektif ketimbang ibu dan ayahmu. Contohnya saat hendak berpergian maka kakakmu bakal bertanya:

Dompet udah dibawa?

Charger?

Hapenya udah?

Kalau kamu cuma mengangguk tanpa menunjukkannya pada kakakmu, niscaya ia tidak bakal percaya. Bila ada barangmu yang ketinggalan, maka kakakmu lah orang pertama yang bakal kebakaran jenggot (sekalipun dia adalah perempuan).

5. Mandiri Tetapi Tetap Manja

Meski kamu menjadi yang paling mandiri di antara teman-temanmu. Menjadi yang paling berani dan percaya diri. Paling galak dan bijak. Tetapi ketika sudah kembali ke rumah dan berbaur dengan orang-orang yang sangat menyayangi dan memanjakanmu, maka luntur sudah segala wibawa tadi. Kamu akan kembali menjadi manusia manja lagi.

6. Cemburu

Karena kamu anak bungsu yang dianggap kekanak-kanakan, terkadang kamu merasa cemburu dengan kakakmu yang jauh lebih dewasa dan menjadi dambaan orangtuamu. Tetapi ketika kamu bisa mencetak prestasi yang mengalahkan kakakmu, maka kamu akan tersenyum jahat.

7. Tersiksa

Barangkali waktu kecil kakak-kakakmu sering menjahilimu. Menjadikanmu badut untuk kesenangannya semata.

8. Balas Dendam

Namun ketika kalian berdua telah beranjak dewasa. Kamu mulai berani menjadi 'jahat' dan 'meyiksa' kakakmu sebagai aksi balas dendam. Saat seperti ini kamu merasa bahwa Tuhan benar-benar adil.

9.Malas Jalan Dengan Kakak

Terkadang saking sibuknya kamu dan kakakmu. Masing-masing menghabiskan waktu bersama dengan teman masing-masing. Pada satu waktu saat kakakmu mengajak jalan, maka kamu bakal merasa canggung. Terkadang saking canggungnya, kamu akan langsung menolak ajakan kakakmu.

Seperti itulah pengalaman saya sebagai anak bungsu. Bagaimana pengalamanmu? Apakah sama?