Memang benar cintamu hanyalah sebatas omongan. Kata-katamu sangat membuai, kata-katamu sangat manis, kata-katamu membuatku beragan dengan ekspektasi tinggi, dengan khayalan suatu hari kelak kita akan bersama menjalani hidup yang sudah kita rangkai dengan begitu indah. Aku bahkan berani memilih menjalani hubungan ini karenaMu, Kata-katamu tentang cinta membuatku yakin terhadapmu. Bahkan aku berani melangkah memulai semua ini dengan berkomitmen kita harus mewujudkan segalanya dengan berdasarkan apa yang kamu katakan terhadapku.

Namun apa? Aku sudah melangkah maju, namun kamu masih saja jalan ditempat, kata-kata cintamu hanya sebatas omongan. yang tak pernah akan terwujud. Dan sampai pada akhirnya dia datang dengan segala yang dia miliki, dengan segala kesenagan yang dia tawarkan. Dan akhirnya, kita sudah bukan lagi kita, Kamu memilih dia dan melupakan aku, Rasa kekecawaan terbendung di hati ini, dimana kata-kata sayangmu yang selama ini? dimana kata-cintamu yang kau ucapkan? Dan dimana letak Hatimu yang tega mengoreskan Luka ini? Ya, kali ini aku yang tersakiti dengan segala keegoisanmu, namun pergilah! Aku tidak akan menahanmu di tempat ini. Aku tidak akan memohonmu untuk kembali, ikutilah keinginamu.

"Pergilah sesuka hatimu, tapi saat kamu kembali, aku tidak akan berdiri disini, di tempat yang sama, untuk hati yang sama, karena cinta tidak memihak kesatu hati, tetapi mencari tempat dimana dia merasa nyaman"