Selalu punya seribu alasan untuk meninggalkan, tetapi hanya punya satu cara untuk mendekati. hey, this is like you boy! Buat kamu hanya satu cara untuk mendekatiku, dan cara itu sangat mudah bagimu. kamu tidak perlu meminta, memohon, ataupun memaksa aku.

Seperti kata William Shakespeare,

"When I saw you I fall in love, and you smiled because you knew ".

Seperti lagu tulus yang liriknya:

" Tak sulit mendapatkanmu, Karena sejak lama kau pun mengincarku. Tak perlu lama-lama, Tak perlu banyak tenaga ini terasa mudah "

Advertisement

Karena kamu tau aku sangat mencintaimu. Dan bagimu aku, orang yang sangat gampang di tebak. Serumit apapun aku membuat tebakan, akhirnya pun kamu bisa menjawab tebakan yang aku buat. itu yang membuat aku jatuh berkali-kali, tidakkah kamu tau rasanya jatuh? jatuh itu sakit. rasanya sakit sekali, kamu pernah jatuh kan? apa yang kamu dapat? bahagia atau luka?

Jatuhku kali ini aku mendapatkan luka, luka yang pernah aku dapatkan dulu. dan selalu aku obati sendiri, tanpa harus meminta kamu ataupun orang lain untuk menyembuhkan. karena luka yang aku dapat, selalu aku anggap itu kesalahanku, kecerobohanku, dan kebodohanku.

Aku berusaha untuk tidak menyalahkan siapapun, karena semua itu salahku. ya, aku tau kamu selalu datang dan pergi begitu cepat karena aku hanya bisa memberikanmu senyum sesaat, aku hanya memberikanmu kebahagiaan sesaat dan kenyamanan sesaat.

Aku tidak terlalu pintar untuk membuatmu terus bertahan di sampingku. karena aku hanya persinggahan, bukan tujuanmu. aku bagaikan kasur hotel yang bisa kau tiduri, hanya untuk melepas lelahmu. jika kamu sudah tidak merasa lelah, kau akan bergegas pergi tanpa merapikannya lagi.

Aku hanya mendapatkan seribu alasanmu saat perpisahan kita, dan hanya bisa aku baca tanpa aku dengar dari mulutmu. tanpa aku bisa melihat tatap matamu saat mengucapkan kata menyakitkan itu. hanya pesan singkat darimu yang berbicara pada saat itu. jika waktu yang membuat kita bertemu, maka waktulah yang bisa membuat kita berpisah.

Rasanya aku hanya bisa tertawa melihat kegilaanku sendiri. pasti kamu pun juga sedang tertawa kan melihat tulisanku ini. anggap saja aku sedang menghiburmu, anggap saja hubungan kita ini hanya sebuah lelucon yang telah kita sepakati bersama.

Tapi dari semua yang aku tulis, hanya satu kalimat yang aku ingin ucapkan.

" Aku berharap kamu berhenti melakukan ini semua kepadaku, aku sudah merasa cukup. karena kamu selalu menyerah lagi dan lagi untuk cinta kita. "