Bagaimana jika aku mulai lelah menyapamu? Takkan lagi ada dering yang membangunkanmu, atau sapaan dan memintamu tuk berhati-hati sebelum aktifitas. Mengingatkan jadwal kegiatanmu. Adakah kau rasa kehilangan akan aku? Kau rinduiku, pada setiap jam yang biasaku berpesan? Atau adakah yang lakukan itu seperti diriku?

Andai kau tahu, semua rasa dan pikiranku hanya tertuju padamu Ini sungguh menyiksaku, aku selalu membayangkan setiap kau berada di tempat yang baru tanpa kubersama mu Mungkinkah kau akan melupakanku karena ada wanita lain yang kau kenal Seringnya kau dan dia bertemu, dalam aktifitas yang sama.

Sungguh, aku sangat takut dan ketika kau upload foto-fotomu dengan wanita lain Betapa sakit hati ini Karena kau tak pernah memperlakukanku seperti itu. Kurasakan letupan emosi yang membuat amarahku tak bermuara hingga tak kupedulikan apa yang ada dusekitarku. Sungguh kau membuatku gila. Kau membuatku menciptakan prasangka yang membuatku tak berdaya. Harusnya kau memberiku kabar Kemana dan dengan siapa kau pergi.

Bukan membiarkanku mencari-cari disetiap update sosmedmu. Tidak kah kau tahu, aku sakit jika kau tertawa tapi bukan denganku. Aku sakit jika ada yang menolong kesulitan mu tapi bukan aku. Aku sakit, setiap apa yang membuatmu merasa nyaman dan bahagia tapi bukan ak.u Aku tulus ada untukmu, Selalu kusempatkan waktu untuk menyapa dan bertanya akanmu. Meski dengan semua aktifitas yang menggunung. Dan terkadang keriwehan yang tak terduga. Namun kau seolah tak menghargai itu, Membiarkan tanpa arti, Tanpa mau tahu, Bahwa didalamnya aku sempatkan jeda untuk melakukannya. Kelak, saat ketulusan itu menjadi kebosanan yang melanda. Akankah kau temukan aku pada orang lain?

Kenapa aku masih saja berharap kau akan merindukanku. Yang takkan kau temui pada siapapun. Nyatanya kau tak pernah menganggapku ada. Meski hanya sekedar pelengkap. Namun hanyalah spam pada ponselmu. Andai kau pahami, Ketika 'ku luangkan waktu untukmu, Bahwa aku telah memberikan sebagian dari kehidupanku yang takkan 'ku dapati kembali. Mampukah kau kembalikan waktuku? Yang seharusnya aku berikan untuk seseorang yang akan memperlakukan sama, selayaknya yang 'ku lakukan padamu. Tapi aku malah memilihmu, Dan kini akan 'ku katakan padamu, pada dunia. Bahwa aku lelah menjadi orang yang selalu ada untukmu. Nyatanya, saat duka saja kau hampiri aku. Tapi ketika tawa bahagiamu, kau bersama yang lain. Aku perjelas, dengarkan aku baik-baik. Aku lelah menjadi orang yang selalu ada untukmu.