Aku bicara perihal cinta. Kalian yang gemar membicarakanku, tapi tak pernah melihatku. Aku bicara perihal cinta. Aku yang membawamu melewati batas ketidakwarasan manusia, sedangkan kamu menikmatinya. Aku bicara perihal cinta. Aku yang menyematkan ribuan duri tajam di sela-sela nadimu, sedangkan kamu membiarkannya. Pasrah menawarkan diri.

Aku bicara perihal cinta. Kamu yang membebaskanku di dunia, tapi kamu lupa akan hukumnya, lalu merubah perjalanannya. Aku bicara perihal cinta. Orang-orang berkata, kalian akan dapat memahami satu sama lain jika kalian bisa memahami diri kalian sendiri. Tapi aku berkata, jika kalian tahu cara menemukanku dalam dia, kalian akan dapat mempelajari sesuatu tentang dirimu sendiri.

Aku bicara perihal cinta. Aku yang membalutmu dalam kerendahan hati, tapi beberapa dari kalian lari atau untuk berbuat jahat atas namanya. Aku bicara perihal cinta. Sebagian dariku mempertemukan jodohmu. Lagi-lagi, beberapa dari kalian saling menguasainya. Bukan salahku jika kalian hanya menemukan pantulan cermin dalam dia. Aku bicara perihal cinta. Aku pun yang membisikkan, jangan lepaskan dia apabila kamu benar-benar melihatku dalam dia.

Karena itulah, kalian menyebut "SEJATINYA AKU".

Aku bicara perihal cinta. Aku adalah cinta. Cinta adalah kamu. Kamu adalah cinta kami, Sayang. Gadis kecil nan lugu dan sambil berkata,

Advertisement

"Cinta adalah ayahku, cinta adalah ibuku."

Hanya ayah dan ibuku yang mengerti akan cinta.

*Cinta dan Tuhan. Dua keagungan yang tak terlihat. Dua keagungan yang hanya bisa diyakini. Dua keagungan dalam satu bahasa yang dimengerti oleh mereka yang menemukan dalam jiwa. Dua keagungan dalam satu bagi mereka yang memahami dan percaya Tuhan bersama dengan cinta.