Hai, apa kabar? Sepertinya kau tampak bahagia. Alhamdulillah akupun merasakan kebahagian yang tercipta dari senyummu. Senyum manis yang tercipta darimu meski itu bukan tertuju padaku. Ah bagiku senyuman itu tetap untukku seperti halnya dulu. Hey, ingat tidak? Setiap tanggal istimewa yang kita ciptakan berdua dulu. Hingga kini aku masih merayakannya meski sendiri, meski dengan perayaan kecil seperti 'mengingatnya'. Aku? Jangan tanya kabarku, kabarku adalah cerminan kabarmu, kamu tersenyum akupun begitu, kurasa.

Oh iya, hampir saja lupa foto-foto aneh bin ajaib yang dulu kita buat beberapa masih kusimpan, iya hanya beberapa sebagian lagi kuhapus, dalam rangka melupakanmu. Tapi, entah tak kunjung padam ingatanku akan mu. Setiap jalan yang kulalui, disana ditempat-tempat yang dulu kita kunjungi masih kental memory, semua canda tawa bahkan senyum simpuhmu masih kuingat. Sayangnya setiap bait kalimatku terdapat satu kata yang tak menyenangkan "dulu", semua sudah berlalu ya? Tak apa bahagialah. Bahagiamu bahagiaku, gadis yang mencintaimu dari dulu.