Hai, apakah kamu mempunyai teman, sahabat atau pasangan yang introvert banget? Atau kamu sendiri termasuk introvert juga?

Di sini saya akan sedikit berbagi tentang curhatan seorang introvert yang saya buat dalam bentuk tulisan, mungkin saya juga ada sisi introvert-nya juga. So, mari kita dengarkan nyanyian sunyi dalam diri introvert.

Andaikan kamu tahu, betapa gelisahnya aku saat kamu secara perlahan meninggalkan aku dalam kesendirian. Betapa jaimnya aku saat berhadapan denganmu untuk membuat kamu merasa nyaman bersamaku. Betapa sakitnya aku, ketika sadar bahwa tak ada seorang pun yang membuatku tersenyum, selain diriku sendiri. Betapa ingin menangisnya aku, saat orang-orang bisa tertawa lepas dimanapun itu, sedangkan aku hanya mengurung dan menutup diri, menunduk malu dan terasingkan.

Bahkan terkadang, aku merasa nyaman terasingkan di antara orang-orang yang tidak mengenaliku daripada merasa terasingkan di antara orang-orang yang mengenaliku, karena itu lebih menyakitkan. Dan betapa ingin menjeritnya aku, bahwa aku ingin seperti orang-orang kebanyakan, yang bisa tertawa lepas, melangkah bebas dan selalu dalam kebersamaan. Tidak seperti aku yang selalu dalam kesendirian, kesepian dan keacuhan.

Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, ketika berada di antara keramaian orang-orang yang mengenaliku. Terkadang mulut ini kaku untuk mengucapkan walau satu kata pun. Terkadang sangat sulit mencoba tetap tersenyum, karena sudah terlalu sakit ketika ku tersenyum malah diabaikan. Terkadang melangkah pun enggan walau hanya sekadar menghampiri orang-orang, justru aku lebih memilih mundur, berlari, bersembunyi dan menangisi.

Advertisement

Bahkan terkadang aku lebih memilih menolak ajakan untuk acara senang-senang, karena dalam keramaian maupun dalam kesendirian akan tetap sama bahwa aku hanya bisa bersembunyi di balik tertawa mereka. Karena aku bukan mereka yang menyukai keramaian tapi aku hanyalah aku yang menyukai ketenangan.  

Selama ini aku hanya berteman kesepian yang dibaluti dalam kesendirian. Meski kadang tangis dan luka sering menghiasi. Namun aku mempunyai cara bahagiaku sendiri. Aku bahagia bisa mendengar kicauan burung, kala mentari tersenyum pada bumi. Aku bahagia melihat anak kecil berlarian, diantara bunga-bunga yang bermekaran. Aku bahagia merasakan sejuknya angin, mengibas jilbabku hingga berterbangan. Aku bahagia merasakan lembutnya embun, menyambut putri pagi.

Aku bahagia menghembuskan nafas dalam sendunya langit, yang perlahan turun rintikan hujan. Aku bahagia menari bersama gerimis, meski langit semakin haru. Aku bahagia mendengar suara jangkrik, mengiringi melodi subuh. Aku bahagia tidur beralaskan rumput hijau, sembari menatap beningnya lembaran biru itu. Dan aku sangat bahagia saat bisa bertemu senja, meski malam selalu menelannya secara perlahan, karena senja tahu akan waktunya yang terbatas, maka dia akan tetap memberikan keindahan dalam senyumnya, demi aku si penikmat senja dan perindu ketenangan. Karena bersama senja aku belajar bahwa cinta adalah keindahan karena-Nya, ketenangan karena-Nya, kenyamanan karena-Nya dan kebersamaan-Nya yg membuatku sadar bahwa tak ada cinta yang paling indah selain mencintai-Nya..

Untukmu siapapun itu, jangan pernah menjauh meski aku mendorongmu untuk menjauh. Jangan pernah meninggalkanku, meski aku selalu berkata ingin sendiri. Jangan pernah membenciku, meski aku selalu membuatmu marah. Jangan pernah mendiamiku, meski aku selalu diam. Jangan pernah lelah mengingatkanku, meski aku selalu mengeluh. Dan jangan pernah berbohong padaku, meski kejujuranmu menyakitkanku.

Sekilas kita tengok kejadian di luar sana. Tahukah bahwa kasus bunuh diri kebanyakan dilatarbelakangi karena hal sepele seperti putus cinta maupun putus harapan. Biasanya orang yang mulai putus asa, akan mengalami emosi yang tinggi dan sulit mengontrolnya. Dan di saat seperti itu biasanya dia hanya butuh seseorang yang mau mendengarkan keluh kesahnya. Hanya itu saja insya Allah emosinya akan stabil lagi, karena orang yang sudah meluapkan keluh kesahnya akan merasa lega dan meringankan beban hidupnya.

So, mari kita menolong sesama dari hal yang kecil. Mulai dari menjadi pendengar yang baik, maka insya Allah kita sudah menyelamatkan satu nyawa manusia. Karena aku dan mereka (si introvert) tidak butuh kemewahan tapi hanya butuh genggaman tanganmu untuk kita melangkah bersama, hanya butuh pelukanmu untuk menguatkanku, dan hanya butuh kebersamaanmu untuk menghancurkan kesepianku.


Bukankah kesepian adalah salah satu penderitaan manusia yang paling pedih. -Andrea Hirata


Untukmu siapapun itu jangan biarkan aku dan mereka (si introvert) sendiri.