Sekelebat masa lalu kita telah memutar indah di kepalaku. Mengidupkan kehangatan yang telah lalu aku lupakan. Namun, apakah kamu merasakanya juga? Atau sebaliknya hanya aku yang meradang tersenyum miris mengingat kenangan ini. Aku sudah tau pasti hanyalah aku yang masih terjebak nostalgia kenangan ini.

Tak pernah aku duga, aku dan kau yang seharunya menjadi “kita” harus berpisah dan tak pernah bisa untuk bersama dalam kurun masa yang lama. Aku tau kau masih dalam tahap mengenalku beberapa lama ini. Namun, pantaskah hal itu menjadikan ku alasan mengapa kau buang aku dan tak membuat hubungan diantara kita seolah tak pernah ada. Setidaknya kita tak pernah mengenal bagaikan dua orang asing yang tak pernah bertemu.

Jangan pernah salah kan aku untuk semua itu. Aku juga taak pernah mau untuk kau salahkan. Aku mecoba untuk memahami semua rasa dan cinta mu.

Sekali lagi apa salahku?

Kini aku engkau campakan bagaikan sampah, ok baiklah aku mengerti mungkin kau terus mencoba mencocokan dirku dengan tulang rusuk mu?? Atau lebih dari itu sebagai pengisi hatimu??

Advertisement

Dan sekarang aku paham atas semua kenangan yang telah engkau berikan kepada ku. Secara tidak langsung kau ingin aku menjadi seorang jahat dengan mudah mecampakkan orang lain dan menganggap semua kenangan itu adalah sambah busuk yang harus disingkirkan. Tapi sayang aku tak seperti mu bajingan busuk tak tau aturan peradaban manusia.

" Aku tak kan pernah melakukan hal keji pada orang lain!! "