Pagi yang cerah untuk jiwa yang sepi. Sapaan pertama yang aku lontarkan di pagi ini untuk sahabatku, yang saat ini mencoba bertahan dalam tekanan jiwanya. Sahabat, aku yakin bahwa aku sudah lama mengenalmu. Bukan hanya sebatas kenal saja, bahkan aku tahu semua sisi yang ada dalam hidupmu.

Entah itu ketika engkau dalam keadaan suka maupun duka. Hari ini aku merasakan sedang terjadi sesuatu dalam hari harimu, aku tak tahu apa yang telah menodai jiwa sucimu itu. Yang aku tahu hanya gambaran dari raut wajahmu yang seakan sudah tak mampu lagi menahan beban yang begitu beratnya. Semoga firasatku salah tentangmu.

Sahabat, aku tak tau yang sebenarnya apa yang terjadi dalam hidupmu aku melihat kau seperti sedang dalam tekanan. Aku juga merasa bahwa kini engkau tak setegar dulu, tak sekuat dulu dan tak seceria dulu. Dulu kau wanita yang sangat tegar dan tangguh yang pernah aku kenal. Dulu kau sosok wanita yang selalu membawa senyum kemanapun dan dimanapun kau berada.

Tetapi semua seakan telah sirna, lenyap tanpa sisa. Sekarang kau seperti sesosok wanita yang gampang menyerah oleh keadaan, sesosok wanita yang sudah tak tangguh lagi dan sesosok wanita yang sudah tak memiliki senyum dalam hari harimu.

Dulu aku cemburu melihat kemesraan yang ada dalam dirimu, dulu aku cemburu dengan kesempurnaanmu yang tak tertandingi dan jangankan gelombang kecil yang tak kau lalui dalam hidupmu, gelombang yang sangat besarpun kau lalui. Sahabat, yang aku sesalkan hari ini tentang perubahan yang kau alami dan tak pernah aku bayangkan sedikitpun.

Advertisement

Firasatku mengatakan bahwa semua telah berubah hanya karena cinta. Cinta yang dahulu sempat membuat hidupmu berwarna, kini telah membuat banyak noda dan merubah hidupmu seratus delapan uluh derajad. Yang aku sesali kau kalah oleh cinta. Dan bahkan kau tak mampu berucap kata kata apapun hanya karena cinta. Kau seperti sudah bukan sahabatku lagi yang dulu aku kenal.

Jika yang aku rasa itu benar, maka hari ini aku ingin kau kembali seperti dulu. Aku ingin kau melalui semuanya seperti dulu. Jika dulu kau selalu tersenyum maka hari ini aku ingin kau kembali tersenyum seperti dulu. Aku ingin bisikkan di hatimu bahwa aku sangat menyayangimu. dari dulu, dari pertama kali pertemuan kita sampai saat ini kau tak benar benar tahu tentang perasaanku. Mungkin kau hanya tau tentang persahabatan kita. Persahabatan yang akhirnya menjadikan rasa yang berbeda dan menumbuhkan rasa sayang tanpa harus aku tanamkan di hati ini.

Jika boleh aku menilai diriku, mungkin aku bukan laki laki pemberani dan kau boleh mengatakan aku lelaki pengecut yang pernah kau kenal. Karena aku tak mampu mengungkapkan rasa ini di depan matamu, aku hanya bisa mengungkapkan melalui tulisan ini. tetapi di sisi lain kau juga harus tau bahwa aku menyayangimu lebih dari sekedar sahabat dan lebih dari sekedar yang kau bayangkan selama ini. Aku lebih sakit melihat kamu tersakiti, dan bukan hanya kamu yang merasakan sakit itu tetapi juga aku.

Sahabat, aku ingin kau tahu satu hal tentang hidup. Ketika kau telah membaca tulisan ini, kau lihat betapa banyak dedaunan yang jatuh di bawah pohon. kau lihat betapa banyaknya ranting ranting itu yang tak berdaun. Bukan karena daun yang jatuh sudah tidak lagi di anggap adanya oleh rantingnya, tetapi ranting itu memang sengaja menjatuhkan daunnya untuk menumbuhkan kembali daun yang lebih baik dan lebih bagus dari yang dia jatuhkan.

Ketika kau sudah berfikir, maka hal itu sama dengan yang aku rasakan tentang dirimu. Cinta itu seperti daun yang terkadang harus kita lepaskan untuk menumbuhkan cinta cinta yang baru. Aku rasa engkau juga harus melepaskan cinta yang masih saja melekat di hatimu dan kau tumbuhkan cinta yang baru yang lebih baik dan lebih sempurna dari yang kau anggap sudah sempurna.

Mungkin ketika kau sudah menjatuhkan cinta itu kau bisa menumbuhkan kembali cinta itu. Seperti ranting yang menjatuhkan daun untuk menumbuhkan daun yang lebih baik dan sempurna. Dan daun itu tak akan jatuh kemudian hilang tanpa di jatuhkan oleh rantingnya, begitu juga dengan cintamu bahwa cinta itu tak akan hilang dengan sendirinya tanpa kau buang untuk mendapatkan cinta yang baru.

Sahabat, yang aku inginkan hanya satu. Engkau bisa bangkit dan berani menumbuhkan cinta yang baru dalam hatimu. Dengan harapan kau bisa kembali seperti sahabatku yang aku kenal dahulu. Sahabatku yang tegar, tangguh dan selalu ceria serta sahabatku yang pantang menyerah oleh keadaan apapun. Dengar dan rasakan bahwa aku menyayangimu lebih dari sekedar yang kau tahu.