Aku perindu yang baik, yang diam-diam merindukan mu tanpa harus kamu mengetahui sebab rindu ini adalah kamu. Aku perindu yang baik, yang sama sekali tak ingin menyentuhmu bukan karena takut tapi karena aku tak ingin kamu risih dengan kehadiranku yang bukan siapa-siapa di hidupmu. Aku perindu yang baik, yang tak ingin kamu kenapa-kenapa, oleh sebab itu aku selalu menyempatkan menyelipkan namamu di setiap doa-doaku.

Aku perindu yang baik, yang selalu ingin kamu bahagia lewat jawaban Tuhan atas doa-doaku. Apakah kamu tau aku perindu yang baik untukmu? Aku terlalu lemah untuk memberi tahumu kalau selama ini aku merindukan mu untuk selalu ada di hari-hariku. Ketika aku berada di puncak rindu yang bisa aku lakukan hanya mendoakanmu dan memberi kode di setiap postingan di social mediaku.

Berharap kamu tau dan paham maksudku, tapi kurasa kamu tak tau menau tentang rindu ini. Aku sama sekali tidak tertekan dengan rindu yang bersembunyi ini, aku tak ingin dapat balasan kalau kamu merindukanku juga. Karna apa yang aku rasakan dan ku berikan untuk mu itu semuanya ikhlas tanpa meminta balasan lebih. Memendam rindu tanpa pemilik rindu itu mengetahuinya memang tidak mudah.

Ada hati yang terpuruk di dalamnya. Ada hati yang entah bagaimana ia harus menyelesaikan rindu yang tersirat itu. Hey pemilik rindu ini, kamu perlu tau sampai detik ini entah kapan kamu membaca ini atau nggak akan pernah kamu baca. Detik kapan pun aku tetap memendam rindu yang tak berujung ini.