Aku tidak pernah menyesali setiap apapun cinta yg pernah kuberikan padamu, sekalipun pada saat kau harus pergi, bersama yg lain dan aku terus mencintaimu. Nampaknya seperti penghayal, pengharap dan seolah olah aku masih ada di dunia mimpi. Mengharakan cinta yg tak pernah pasti kapan kamu bisa kembali mencintai. Kenangan dulu sekian lama nyatanya terlalu mendoktrin otak untuk tetap terus menyimpan, sekalipun rasanya hati ini tersayat. Tapi tak apa, aku tetap menikmati setiap inci rasa secara detail mencintaimu. Itulah ketulusan yg aku punya.

Rasanya aku ingin menyalahkan keadaan bahkan waktu, karna ini tidak adill. Tapi kembali aku tersadar, untuk apa aku menyalahkan, aku hanya perlu berdamai dengan waktu. Karena semua ini sudah menjadi takdirnya masing masing manusia yg bernyawa. Terlintas dari apa yg pernah aku rasa saat ini, terselip doa licik yg mengharapkanmu bisa merasakan sakitnya rasa yg aku punya saat ini. Ah tapi itu hanya sebuah doa dari manusia yg tersakiti. Maaf!

Terus waktu berjalan, hari pun terasa memutar, bahkan rasa yg kupunya saat ini hanya tinggal serpihan yangg seharusnya mudah hilang terbawa angin sekalipun. Tapi entah, rasanya masih saja mengendap dan sangat sulitt untuk dihilangkan. Saat ini aku sangat menggebu egois ingin secepatnya melenyapkan rasa ini, padahal aku tak perlu sesusah payah itu.

Hanya harapan semata rasanya. Namun di satu ketika, ternyata waktu memberikan keadilannya. Memperlihatkan ketegasan bahwa inilah balasan untuk yg bersabar. Kamu berbalik memohon, sedikitnya penyesalanmu kini mulai hadir. Perlahan yg itu semua menurutku sangat menggangu. Bukan bagi diriku tapi bagi masa depanku, bolehkan aku tersenyum manja saat ini? Melihat jutaan janji yg kamu lontarkan balik saat ini, biar aku iba kemudian berbalik arah untuk mencintaimu kembali. Maaf aku tak sebodoh itu.

Setiap harinya usaha terbaik menurutmu untuk bisa merayu kembali hatiku nampaknya akan gagal, sekalipun saat ini rasa ini masih ada untukmu, tapi aku takan pernah bertingkah sebodoh itu. Sangat aku ingat dengan begitu sadar begitu pengecutnya kamu saat meninggalkan ketulusan demi yg kau kagumi. Secepat itu, kamu memutar rasa.

Advertisement

Selama ini aku berusaha, kemudian semudah itu kamu bilang "maaf untuk soal dulu ". Maafmu sudah kumaapkan,, aku memintamu dengan begitu keras saat ini untuk tidak mengganggu masa depanku, masalalu telah kutinggalkan jauh. Bukan untuk aku kembali lagi, hanya sekedar aku toleh lalu aku melaju kembali ke arah masa depan terbaik yg sudah di depan mata.

Terimakasih atas banyak pelajaran sabar yg sangat berarti ini, pelajaran bagaimana caranya mencintai tanpa harus dengan kasarr memaksamu untuk mencintaiku, pelajaran terbaik adalah cara bagaimana aku memilih masa depanku dari topeng yg kau tampilkan indah hanya untuk dilihat. Sekarang pintaku tak banyakk. Kau cukup berbalik arah, pergi jauh dari semua tentang kehidupan ku, sekali saja kamu merayu dengan akting paling hebat bisa saja membalikan hatiku untuk bisa kembali cintai kamu, tapi aku sekarag sudah belajar caranya berjuang melupakan rasa yg terlalu sakit untuk di rasa jika harus mencintaimu.

Salam hangat untuk wanita yg kau pilih itu, meskipun sekarang kau selalu menyangkal akan hal itu. Ah itu semua akting manismu lagi, aku sudah paham. Aku sudah berjalan maju kedepan, sekalipun aku merangkak aku takan pernah menoleh kembali ke arahmu, masa depanku sedang mengusahakan banyak untukku, sedang berjuang untukku. Jadi kumohon pergilah dan jangan pernah kembali ke arahku