Berawal dari tatap indah senyum mu memikat, memikat hati ku yang hampa lara.

Yura, berawal dari tatap

Aneh rasanya kalau ada yang bilang "aku jatuh cinta pada pandangan pertama ke dia". Apakah jatuh cinta sesederhana itu? Hanya lewat mata langsung turun ke hati? Rasanya gak sesederhana itu. Semua butuh proses, bahkan mie yang terkenal dengan kata 'instan' aja butuh beberapa proses untuk melahapnya.

Cinta terkadang rumit dan terkadang simple, tergantung bagaimana cara kamu menikmati rasa tersebut. Tapi bagaimana dengan cinta pandangan pertama? Bukan kah untuk mencintai seseorang itu butuh proses yang panjang? Mulai dari mengetahui siapa orang tersebut dan bagaimana kepribadian orang tersebut.

Mungkin gak bisa di sebut 'jatuh cinta pada pandangan pertama' tapi 'suka pada pandangan pertama'. Fasenya seperti ini: suka-kenal-sayang-cinta.Yaps, mungkin kurang lebih seperti itu. Seperti cerita nyata dari seseoang yang saya kenal. Dia adalah seorang wanita yang lagi keluar kota niat awalnya untuk refreshing, tapi di malam terakhir dia di kota liburannya dia bertemu dengan seseorang membuat dia percaya akan 'suka pada pandangan pertama'.

Malam itu dia bertamu ke rumah kerabatnya, sembari mengetok pintu yang kebetulan terbuka dan mengucapkan salam semua orang yang ada di dalam rumah pada menatap dia di depan pintu, tapi pandangannya langsung terkunci di salah satu cowok yang ada di dalam rumah tersebut. Beberapa detik mereka bertatapan seperti di ftv atau film-film romance yang ada di layar tv atau bioskop.

Advertisement

Dia sempat mematung dan ketika sadar seketika langsung memalingkan wajah ke kerabatnya. Dia pun masuk ke rumah dan ternyata si cowok orang yang humble dan mudah bergaul, jadi lah 1 jam mereka saling membuat tertawa dan berbagi cerita tentang indahnya Indonesia. Hingga akhirnya dia pulang dan kembali ke kota dimana dia mempunyai keluarga yang menunggunya. Dalam diam nya dia mencari semua kontak cowok yang berhasil membuat dia suka pada pandangan pertama, tapi dalam pencariannya semua sia-sia, nihil. Dan dia pun frustasi.

Hingga 3 bulan kemudian mereka kembali di pertemukan dalam sebuah sosial media yang lagi naik daun, mereka pun berkomunikasi seperti teman yang sudah lama kenal. Padahal mereka baru sekali bertemu dan hanya 1 jam aja. Apakah itu jodoh? Atau cara Tuhan menyatukan mereka? Entahlah. Apapun nanti ending cerita mereka nanti paling tidak ada sebuah harapan dan pengalaman yang tersirat dalam kehidupan mereka di masa tua kelak.

Seseorang yang sudah di kuasi oleh perasaan hati memang terkadang terburu-buru mengatas namakan perasaan suka ke perasaan yang lebih sensitif, cinta. Dan ketika dia patah hati dia menyalahkan cinta yang sebelumnya dia rasakan dengan bahagianya. Padahal bukan cinta yang salah tapi persepsinya tentang cinta yang salah.