Baru saja kemarin kita memperingati hari kemerdekaan Republik ini, tentu masih hangat diingatan kita tentang sosok penting dibalik kemerdekaan Indonesia 71 tahun yang lalu. Ir. Soekarno dan Moh Hatta tidak akan pernah lepas dari memori bangsa ini tentang lahirnya kemerdekaan rakyat Indonesia dari penjajah. Selain sang proklamator, ada sosok penting yang juga sangat berpengaruh bisa dibacakanya teks Proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945.

Sosok itu adalah “Pemuda”, golongan muda yang pada waktu itu mendesak Soekarno segera memprolamasikan kemerdekaan Indonesia sesegera mungkin. Golongan muda melihat bahwa ini kesempatan emas bangsa Indonesia untuk lepas dari belenggu penjajah mengingat Indonesia dalam keadaan kekosongan kekuasaan akibat kekalahan Jepang di Perang Dunia II. Peran pemuda dalam memproklamasikan kemerdekaan memang tidak bisa dipandang sebelah mata, disaat golongan tua ragu tentang proklamasi kemerdekaan, golongan muda berhasil meyakinkan golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan.

Seiring berjalanya waktu, tentu kita sangat akrab dengan pernyataan Ir. Soekarno beberapa hari setelah kemerdekaan, “ Beri aku sepuluh pemuda, maka akan aku guncangkan dunia”. Sebuah pernyataan yang mengandung keyakinan bahwa pemuda memiliki kekuatan besar dalam mentukan arah bangsa. Pemuda adalah aset penting suatu negara dalam membangun masa depan. Masa depan bangsa 10 tahun mendatang bisa kita lihat dari keadaan pemudanya saat ini. Jika kita sebagai mahasiswa, tentu kita tidak asing dengan salah satu peran fungsi mahasiswa yaitu Iron Stock, pemuda atau mahasiswa sebagai generasi penerus yang akan menggantikan pemimpin-pemimpin bangsa saat ini. Yang menjadi pertanyaan, apakah pemuda sekarang ini sudah menjadi sepuluh pemuda yang dimaksud oleh Bung Karno?

Sejenak kita berfikir, bahwa perjuangan ini memang amat berat. Jangankan mengguncangkan dunia, hidup mandiri mengurus diri sendiri saja kadang tak mampu. Belum lagi permasalahan saat ini yang begitu kompleks, mulai dari permasalahan ekonomi, politik, sosial, budaya hingga agama tidak terlihat ujungnya. Ditambah kondisi penguasa diatas sana yang juga sedang carut marut. Hal ini menambah berat perjuangan bangsa ini ke depan.

Akan tetapi, sosok sepuluh pemuda itu bukan mustahil akan segera datang. Bukan suatu hal yang tidak mungkin harapan Bung Karno itu akan segera terwujud. Dan jawabanya adalah kita yang akan mewujudkannya. Setiap generasi bangsa punya cerita tersendiri dalam membangun bangsa di eranya. Jika golongan muda di era Sukarni memiliki cerita mendesak Bung Karno dan Bung Hatta agar segera memproklamasikan kemerdekaan, sekarang inilah saatnya pemuda Indonesia menggoreskan ceritanya dalam membangun bangsa.

Advertisement

Inilah kesempatan kita ditengah permasalahan bangsa yang begitu pelik, permasalahn yang ada harus menjadikan kita kian peduli. Tatangan yang begitu berat saat ini harus membuat kita semakin bergelora dalam berkarya. Akankah kita tega jika goresan tinta kita tidak semanis cerita Sukarni dan kawan-kawan 71 tahun yang lalu? Bonus demografi Indonesia tahun 2045 mendatang akankah kita sia-siakan begitu saja? Opmtimislah pemuda, inilah saatnya. Sepuluh pemuda itu pasti datang.