Pernah tidak bertanya pada diri kita sendiri, kita ini merasa bahagia tidak? Terus, kebahagian itu seperti apa sih? Saat ini kan banyak dari kita dan mungkin juga saya, pernah menasbihkan bahwa kebahagiaan itu terletak pada banyaknya materi yang kita kumpulkan atau kedudukan yang tinggi atau juga sebuah popularitas.

Sebenarnya kalau semua itu kita jadikan standar kebahagian, tidak mungkin Chong Mong Hun seorang CEO Hyundai yang memiliki gaji ratusan juta dollar mengakhiri hidupnya dengan terjun dari lantai 12 kantor Hyundai. Kemarin malam saya membaca sebuah artikel menarik sekali tentang orang-orang yang mengakhiri kehidupannya dengan cara yang sangat tragis. Jadi saya ingin membuktikan kepada teman teman yang membaca ini kalau uang itu tidak cukup membahagiakan kita.

Adalah Lee Yoon-hyung, seorang ahli waris keluarga samsung, masih muda, cantik, dan kaya serasa tidak ada yang kurang dari dia. Namun usia 26 tahun dia bunuh diri. Jadi ini bukti nyata kalau tidak ada hubungannya pencapaian finansial, kecantikan paras, dan sebuah popularitas dengan kebahagiaan hidup.

Kalau uang itu membahagiakan, tidak mungkin seorang Adolf Merckle, orang terkaya no 5 di Jerman menabrakan dirinya ke kereta api. Kalau popularitas itu membahagiakan, tidak mungkin seorang Michael Jackson dan Marilyn Monroe itu overdosis karena obat anti depresi. Kalau kekuasaan atau jabatan itu membahagiakan, tidak mungkin seorang Getulio Vargas Presiden Brazil juga mati dengan cara bunuh diri.

Jadi percaya sama saya, uang itu hanya membahagiakan kita sampai titik tertentu. Kalau kita ingin kebahagian lebih, kita butuh lebih dari uang. Jadi di mana bahagia itu bermula? Apakah pada harta yang berlimpah? Atau pada cinta yang berbalas? Atau pada sanjungan dan pujian?

Advertisement

Bahagia itu bagi saya saat ini adalah tentang menemukan Tuhan yang benar, menikmati beribadah pada-Nya, merasakan manisnya beriman pada-Nya, dan indahnya pengorbanan di jalan-Nya. Jadi Bahagia itu adalah saat kita menemukan bahwa untuk apa tujuan kita diciptakan di dunia ini. Dan bagi saya, di sinilah kisah bahagia dimulai 🙂

Semoga menginspirasi.