Aku tak pernah mengerti jalan pikiran orang-orang yang membicarakan keburukan orang lain, tanpa melihat dengan mata mereka sendiri. Mungkin mereka termasuk peninggalan sejarah, karena yang aku tahu negara ini terpecah karena adanya taktik Adu Domba. Ya benar, mungkin saja mereka berasal dari masa lalu, yang tidak ingin melihat orang lain bahagia.

Yang aku pertanyakan adalah, apakah hidup mereka tak pernah bahagia? Karena yang aku tahu, salah satu definisi bahagia adalah tidak mengusik dan mencampuri kehidupan orang lain, atau mungkin dengan mengusik orang lain adalah kebahagiaan orang-orang tersebut? Kadang akal sehat pun tak mampu membendung rasa amarah terhadap mereka, namun apakah akan berakhir jika aku membalasnya?

Lebih baik diam dan dengarkan celotehan mereka, karena prinsipnya setiap perbuatan akan selalu mendapatkan balasan. Dan aku pun bukan orang yang suka membalas. Biarkan pembalasan itu terjadi dengan caranya sendiri.

Bagaikan bunga mawar, yang dipetik hanyalah yang telah bermekaran.