Di dunia ini tidak ada manusia yang bodoh, yang ada hanya mereka-mereka yang kurang berfikir. tapi ketika kita mengaitkan bodoh ini kedalam urusan cinta, bagaimana jadinya? melihat dari bagaimana cinta mempengaruhi para pelakunya, maka cinta bisa membuat kita jadi bodoh, gila, buta, lebih baik, konyol, dewasa dan hidup. saat sebagian orang berhasil dalam hidupnya karena cinta, saat itu juga ada sebagian orang yang sakaw karenanya. hilang kendali dan tak mampu berfikir panjang. cinta adalah segalanya. cinta adalah nafas dan udara, cinta adalah tawa dan air mata dan Cinta adalah kamu yang terkadang bodoh karenanya. kali ini saya mau coba menilik ke bagian dimana cinta dapat menjadikan beberapa manusia menjadi bodoh hingga sampai rela mengakhiri nyawanya sendiri, dengan melakukan tindakan bunuh diri. jika saya bertanya pada kalian tentang hal ini,

Setujukah kalian bila saya mengatakan bahwa mereka yang melakukan tindakan bunuh diri karena cinta itu adalah orang yang bodoh bin tolol?"

bagaimana menurut kalian? kadang saya tidak habis fikir dengan orang-orang seperti itu. mereka membuat derajat sang pencipta lebih rendah dari sebuah perasaan yang sifatnya sementara. mereka mematikan logika di atas kekecewaannya. mereka melupakan sanak saudara yang masih mencintainya di atas kata "PUTUS" dari sang kekasih. dan mereka seolah tak tau malu dan melupakan wejangan-wejangan yang biasa mereka berikan kepada teman-temannya ketika curhat sehabis patah hati. "Sudahlah teman, kek gak ada yang lain aja. masih banyak yang sayang sama kamu di luar sana, yang bisa nerima kamu apa adanya dan lebih mencintaimu tentunya. jangan bego, nikmati aja yang hidup ini."

Kita terkadang terlalu pintar untuk menasehati orang lain namun gagal dalam menasehati diri sendiri. bahkan cenderung bertindak lebih bodoh dari orang lain.

banyak orang mengutuk tindakan bunuh diri, bahkan tak jarang orang meludahi perbuatan bodoh itu. sangat di sayangkan kenapa mereka menjadikan mati sebagai pilihan terakhir. sangat kurang mengenakkan rasanya mengakhiri kehidupan hanya untuk menjadi gentayangan. apa menurut mereka ketika mereka melakukan itu banyak orang akan iba dan menaruh kasihan? tidakkah mereka seharunya berfikir lebih pintar yaitu lupakan perlahan dan mulai kembali menata, tentu saja mereka harusnya harus tetap hidup untuk bahagia. karena bahagia itu sendiri sebuah pembalasan dendam dari rasa sakit dan kecewa. apapun alasannya, kita cukup tau rasanya sakit gigi. sakit gigi sama dengan sakit hati. sakit sekali. beruntungnya kita dalam kesakitan ini adalah, 2 penyakit ini tidak di ciptakan tanpa penangkal. cuma salahnya kenapa tidak memilih mengobati dan lebih memilih meregang rasa dan nyawa?

Advertisement

Memilih mengubur diri dan terkubur dalam tanah dan gelapnya kekosongan tanpa sempat mengangkat dagu pada perih yang melanda. yang bukan cuma meninggalkan kesedihan bagi diri sendiri dan keluarga. tapi juga rasa malu. biarlah hidup dan mati urusan sang pencipta, kita jangan sok mendahului.