Pernahkah kalian mengeluh akan pilihan sendiri? Jawabannya pasti pernah. Lalu apa salahnya kalau mengeluh atas pilihan kita sendiri. Jawabannya tentu salah. Seringkali kita dihadapkan akan dua atau banyak pilihan. Ada yang sekadar pilihan kecil atau malah yang menentukan masa depan kita.

Berkaca dari obrolan warung kopi, gue sering temuin keluhan teman-teman gue atas pilihannya. Dari mulai ngeluh tentang pacar, kuliah, atau bahkan pekerjaan. Semua tercurahkan dan ending-nya jadi bahan ledekan.

Sedikit agak menyimpang nih guys, walaupun sebenarnya ada juga hubungannya sih. Apa sih sebenarnya makna bersyukur? Menurut istilah syara’ syukur adalah pengakuan terhadap nikmat yang dikaruniakan Allah yang disertai dengan ketundukan kepadanya dan mempergunakan nikmat tersebut sesuai dengan kehendak Allah.

Imam al-Qusyairi mengatakan, ”hakikat syukur adalah pengakuan terhadap nikmat yang telah diberikan Allah yang di buktikan dengan ketundukan kepada-Nya. Jadi, syukur itu adalah mempergunakan nikmat Allah menurut kehendak Allah sebagai pemberi nikmat.

Karena itu, dapat dikatakan bahwa syukur yang sebenarnya adalah mengungkapkan pujian kepada Allah dengan lisan, mengakui dengan hati akan nikmat Allah, dan mempergunakan nikmat itu sesuai dengan kehendak Allah.” Lebih lanjutnya kalian bisa baca di suduthukum.com ya guys. Sorry bukan maksud promo, gue cuma gak mau dibilang plagiat.

Advertisement

“When we express our gratitude, we must never forget that the highest appreciation isn’t to utter words, but to live by them“. (John F. Kennedy)

Dari penjelasan di atas gue menarik kesimpulan yang lebih ringan nih guys. Bersyukur itu dimana kita menikmati, menerima apa adanya, berbagi kebahagiaan atas apa yang telah Tuhan anugerahkan kepada kita. Baik itu rizki, keluarga, pacar, waktu, pekerjaan, dll. Dan kita dilarang mengeluh atas apa yang Tuhan berikan, karena Tuhan memiliki rencana atas umat-Nya.

Guys, kita pernah memilih sesuatu hal dengan keyakinan. Dengan segala pertimbangkan yang telah kita pikirkan matang-matang. Lalu kenapa kita harus mengeluh? Sejelek dan seburuk apapun hasil dari pilihan kita, ingatlah bahwa itu buah dari pemikiran dan pertimbangan kita. Buat apa kita sesali, buat apa juga kita mengeluh. Apapun resikonya seharusnya sudah kita pikirkan dari awal sebelum memilih.

"Aku bertanggung jawab atas pilihanku, karena aku yakin itu yang terbaik untuk hidupku. Setidaknya aku ingin mengapresiasi setiap pemikiran dan pertimbangan dalam hidupku."

Jangan patahkan semangat yang telah kalian bangun sejak awal hanya dengan mengeluh. Syukuri setiap nikmat yang telah Tuhan berikan. Tuhan tidak akan memberikan nikmat pada umat-Nya dengan rintangan yang datar-datar saja. Bangkit guys, di luar sana masih banyak orang yang menginginkan nikmat Tuhan yang telah diberikan kepada kalian.