Kalimantan dikenal sebagai salah satu wilayah di Indonesia yang juga mempunyai kekayaan alam yang cukup besar. Baik alam, tambang wilayah kalimantan mampu menyediakan semua itu .Terimakasih banyak kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kepercayaannya kepada orang Dayak. Emas adalah salah satu hasil alam yang sangat banyak di kalimantan selain batubara dan hasil tambang lainnya. Namun sayangnya jika hal tersebut (penambangan) masih saja dilakukan dengan sembarangan dan tidak bijaksana akan berpengaruh buruk buat kita semua .

Adapun cerita kakek dari penulis.alm AY serang "amas bulau te iyete ramu bara hattalla akan kasegah kamamut dan kamenteng petak danum ilah hetuh,awi amun seluruh dunia tuh telipet,uras kalunen masih tau belum huang hetuh aluh je seke sekea" artinya emas disini adalah penguat dan penopang bagian bumi di wilayah ini dan jika bagian dunia terlipat wilayah kita ini tidak akan ikut terlipat dan semua orang bisa menjalankan hidupnya bersama sama disini walaupun berdempetan.

Emas yang ada diwilayah ini adalah forbidden gold karena dia diperuntukan bukan untuk memenuhi kebutuhan manusia akan materi. Namun lebih untuk menjaga kesolidan bagian bumi ini. Boleh mengambil namun dengan bijaksana. Penulis ingat cerita ibu penulis dimana ketika sekolah dahulu biasanya pada awal semester mereka dan teman-temannya akan bersama sama mendulang emas untuk membeli seragam baru. Mendulang emas ini dilakukan mereka dengan bijak katika dirasa cukup untuk membeli seragam mereka berhenti mendulang sambil membantu teman lain yang belum mendapatkan emas. Atau ketika orang tua mereka sanggup membelikan seragam baru mereka pun tidak akan mendulang emas. Jaman dahulu setiap keluarga mempunyai banyak anak ada yang sampai memiliki 15 anak dalam satu keluarga.

Walau begitu untuk makan orang dayak tidak ada yang tidak mampu karena alam memberikan lebih untuk mereka. Untuk membeli garit (pensil batu) untuk menulis ibu pun kadang mendulang emas karena kata ibu anak dayak itu zaman dulu sangat suka pergi ke sekolah dan mengejar ilmu pada zaman menggunakan pensil batu dan buku batu, setiap pelajaran berganti maka semua pelajaran harus dihapal didalam kepala sendiri juga tentang pekerjaan rumah mereka. Hebatnya generasi dahulu.

Orang dayak memiliki prinsip only takes what it gives yang berarti mengambil apa yang diberikan oleh alam sehingga orang dayak menyikapi keberadaan emas sebagai bagian dari dirinya bukan untuk keserakahan semata.