Pertemuan adalah sebuah misteri dalam kehidupan setiap manusia. Siapapun akan menjalaninya. Bertemu dengan yang asing dan yang tak lagi asing. Bertemu dengan yang diinginkan dan yang tak diinginkan. Tak peduli, walaupun sebenarnya kita lebih memilih bertemu ia daripada dia.

Jika sudah -atas nama takdir Yang Maha Kuasa- kita bisa apa?

Pernahkah, kita menghayati arti sebuah pertemuan? Pernahkah, diri kita mensyukuri terjadinya sebuah pertemuan? Atau justru kita tergesa-gesa menyesali apa yang telah terjadi. Mengapa tidak dari dulu kita bertemu dengan dia? atau bahkan mengapa kita harus mengalami pertemuan ini?

Percayalah. Pertemuan yang terjadi kemarin, hari ini atau nanti itu semua telah diatur olehNya.

Sang Pemilik takdir telah memiliki alasan atas terjadinya sebuah pertemuan. Bahkan mungkin, ada orang-orang yang masih Dia simpan -untuk dipertemukan dengan kita- suatu saat nanti. Meskipun, orang-orang itu saat ini berada di sekitar kita. Mereka pun kuliah di tempat yang sama dengan kita, memandang langit yang sama dengan kita, dan bisa jadi memiliki teman yang sama dengan kita.

Advertisement

Mereka yang kelak akan kita kenal jika sudah tiba waktunya. Walau sangat mungkin saat ini kita bertemu dengannya, tetapi saat takdir berkata belum, kita mau apa?

Begitupun sebaliknya. Saat ini kita dipertemukan dengan orang-orang yang membuat hati kita memiliki harapan.

Harapan semoga pertemuan ini selalu terulang, harapan semoga dialah yang mengisi hari-hari kita di masa depan, harapan semoga Sang Pemilik Takdir benar-benar mengabulkan. Boleh jadi, orang-orang yang memberikan kita harapan, hanya mampir saja.

Boleh jadi, orang-orang ini adalah ujian bagi hati kita. Hati yang tak boleh terlalu berharap kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’alla. Boleh jadi, kehadirannya dalam perjalanan hidup yang singkat ini adalah untuk memperbaiki diri kita.

Orang-orang ini tentu saja orang-orang baik yang hadir dalam hidup kita. Pada awalnya mereka tak selalu hadir di tempat atau momen yang kita inginkan. Misalnya mereka tak dipertemukan dengan kita di kampus yang kita idam-idamkan. Justru, mungkin kita bertemu di kampus lain, karena kita ditolak dari kampus itu.

Kita mungkin juga tak bertemu di momen-momen saat kita mengalami kebahagiaan. Justru, mungkin kita bertemu saat kita mengalami kesusahan. Semua kejadian itu membuat kita mengerti betapa istimewanya sebuah pertemuan.

Kalaupun ada perpisahan, itupun juga atas nama takdir. Perpisahan tak selalu harus diwarnai dengan penyesalan.

Paling tidak, kita bisa memaknai betapa indahnya sebuah pertemuan atas terjadinya sebuah perpisahan. Kalaupun ternyata harapan kita pupus di tengah jalan, bukankah masih ada pertemuan yang lain? Bukankah Dia masih menyimpan orang-orang yang kembali akan dipertemukan?

Karena selalu ada alasan di balik sebuah pertemuan. Bersyukurlah bagi kita yang telah menemukan alasan itu.