Dalam suatu kelas bahasa Inggris, ada beberapa mahasiswa yang dibagi menjadi beberapa kelompok dan mereka disuruh untuk menulis satu topik di secarik kertas kecil yang sudah diberikan dosen mereka. Apa yang mereka tulis akan menjadi topik diskusi singkat di kelompok masing-masing. Setelah menulis topik, mereka saling bertukar kertas dan membahas pendapat si penerima kertas tentang topik yang diterima. Saat seorang mahasiswa melihat ada tulisan artist, dia langsung menanyakan si penulis topik apakah yang dimaksud seniman atau selebriti, karena topik yang dibahas berkaitan dengan dunia selebriti. Mendengar percakapan itu, sang dosen juga mengungkapkan pendapatnya. Beliau berpendapat kalau kata artist punya makna yang lebih dalam.

Sedangkan di masyarakat, sudah banyak orang yang menyalahartikan artis sebagai orang yang terkenal, jadi sorotan media, dan kaya. Padahal, definisi artis menurut KBBI sendiri adalah “ahli seni; seniman, seniwati (seperti penyanyi, pemain film, pelukis, pemain drama).”

Seorang artis sejati harus memiliki jiwa seni yang tinggi. Menurut penulis, jiwa seni adalah jiwa yang bebas berekspresi. Dalam berkarya,artis sejati berimajinasi dengan bebas serta menuangkan isi hati dan pikiran mereka ke dalam wadah yang disebut karya, yang berwujud lukisan, patung, lagu, dll. Artis sejati akan terus berkarya, tidak ada yang menuntutnya untuk melakukan apa yang tidak ingin mereka lakukan. Mereka berkarya dengan bebas atas keinginan mereka sendiri.

Sama seperti artis sejati, artis yang dibayangkan banyak orang juga berkarya. Walau begitu, mereka selalu lebih dituntut masyarakat dan media untuk menjadi figur “idaman” karena hampir setiap saat perilaku mereka diperhatikan masyarakat seperti objek penelitian. Kemanapun mereka pergi, media selalu mengikuti. Dimanapun mereka berada, orang-orang akan lebih memperhatikan perilaku mereka dibandingkan orang biasa. Apapun yang mereka lakukan, bahkan hal yang bersifat pribadi seperti kebiasaan sekalipun, selalu terpampang di layar TV, komputer, dan koran untuk dibahas masyarakat. Karena itu, mereka lebih dituntut untuk bertindak sesuai tuntutan masyarakat bila dibandingkan dengan artis sejati.

Kebebasan inilah yang membedakan artis sejati dengan artis yang ada dibayangkan banyak orang. Mereka seperti burung yang terbang tinggi dan bebas di angkasa. Terbang kesana-kemari atas kehendak mereka sendiri tanpa siapapun menghalangi.