Tidak bisa dipungkiri, di era modern seperti saat ini masih banyak sekali orang yang memiliki rasa takut akan suatu hal yang terjadi pada dirinya sendiri secara berkala atau bahkan karena suatu hal yang berlebihan. Rasa takut tersebut secara umum dikenal sebagai fobia. Banyak sekali jenis fobia yang mungkin saja salah satunya melekat pada diri Anda.

Perlu diketahui bahwa rasa kesepian pun dapat mempengaruhi emosional dan pikiran hingga memunculkan fobia secara tiba-tiba. Fobia akan rasa kesepian atau karena berada pada situasi seorang diri ini disebut dengan autophobia. Di mana orang tersebut akan merasa cemas, gelisah, dan memunculkan rasa takut pada saat sendiri dan merasa sepi.

Dikutip dari 'deherba', kesendirian dan kesepian bukanlah dua hal yang sama. Dari segi pengertian menurut kamus, kesendirian memaksudkan situasi saat seseorang tidak berinteraksi dengan orang lain atas keinginannya sendiri. Sedangkan kata kesepian sering kali menyiratkan rasa keterasingan yang dibarengi dengan keinginan yang besar untuk memiliki teman. Pada sebagian orang tentu akan merasa sangat senang saat menikmati waktu kesendiriannya di waktu senggang akibat kepadatan waktu yang selama ini dialaminya karena kesibukan yang mencekam.

Akan tetapi, banyak sekali ditemukan peyebab seseorang menjadi pengidap autophobia. Dari sekian banyak penyebab yang perlu diketahui salah satunya adalah karena belum dikaruniai seorang anak dalam sebuah pernikahan. Selain itu, fobia ini juga dapat diatasi dengan menghindari situasi dan kondisi yang hanya melibatkan seorang diri. Dengan berkumpul bersama keluarga saat di rumah dan hang out dengan teman-teman sejawat, dapat menjadi rekomendasi bagi penghidap autophobia disela waktu luang untuk menekan rasa takut tersebut.

Teruntuk orang terdekat yang mengetahui sanak saudara atau teman yang memiliki fobia akan rasa kesepian dapat ikut serta dalam menangani masalah yang mungkin akan mengganggu psikisnya.

Advertisement

Menurut Agustine Sukarlan Basri, seorang psikolog dari Universitas Indonesia yang telah dilansir dari www.pesona.co.id mengatakan “Karena kesepian berkaitan dengan relasi kita dengan seseorang. Kita akan diserang rasa kesepian apabila terjadi kesenjangan antara keinginan untuk dekat secara emosional dengan seseorang, tapi kita gagal mencapainya,”

Dengan demikian dukungan moril sangat dibutuhkan sebagai pembangkit dari rasa putus asa yang sedang melandanya. Peran penting bagi orang terdekat adalah menasehatinya secara baik-baik dan memberi motivasi yang membangun. Meyakini bahwa semua akan baik-baik saja meski tanpa seseorang yang sesuai dengan harapannya dan tidak mempengaruhi sikap dan sifatnya selama ini.

Menurut psikolog dengan nama akrab Titien ini juga mengatakan jika di Amerika kurva kasus kesepian didominasi oleh penduduk dengan usia sekitar 80 tahun. Dengan faktor yang disebabkan oleh anak kandungnya yang telah memiliki keluarga sendiri hingga lebih mementingkan urusan pribadi hingga tak cukup banyak memberi perhatian yang intens. Terkadang mereka pun merasa kehilangan pasangan hidup dan teman-teman yang telah meninggal dunia. Padahal di usia senja para lansia sangat membutuhkan perhatian khusus karena keadaan fisik yang mulai tak lagi optimal.

Sedangkan bagi orang yang kesepian biasanya pergi mencari pelarian dengan berbagai bentuk. Seperti mengisolasi diri sendiri dari lingkungan luar secara sosial dan emosional, mudah menangis, dan marah-marah. Dalam kondisi ini, sudah sepatutnya bagi pengidap autophobia untuk berkonsultasi pada psikolog yang mereka percayai untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut agar tidak membahayakan dirinya sendiri dan orang lain.

Tangani masalah sedini mungkin sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selalu menjaga diri dan jangan bersikap egois di lingkungan sekitar. Karena kita hidup sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan.