Saya tinggal di Jogja dan saya sangat bersyukur bisa menghirup udara segar setiap hari. Tidak bisa saya bayangkan apa jadinya bila di Jogja terjadi kabut asap seperti yang terjadi di Riau, Jambi, Pontianak dan sekitarnya.

Saya sering membaca keluhan masyarakat yang setiap hari mesti menghirup udara berpolusi. Saya rasa itu wajar ketika mereka mengeluh dan menyalahkan pemerintah atas aksi yang tidak cepat.

Di sisi lain saya juga membaca orang-orang yang bisa menghirup udara segar, yang menganggap keluhan masyarakat yang tinggal di daerah-daerah berkabut asap sebagai nyinyiran atas kebencian terhadap Pak Jokowi.

Apabila saya tinggal di daerah Riau, Jambi dan Pontianak, mungkin saya juga bakal mengkritik pemerintah pusat. Akan tetapi di sisi lain bagi saya apabila saya terus mengkritik pemerintah pusat pun juga percuma saja.

Maka lebih baik, mari kita beraksi bersama-sama. Stop nyinyir terhadap pemerintah pusat, saya yakin pemerintah sudah berusaha untuk menangani kabut asap. Stop pula nyinyir terhadap masyarakat yang mengkritik kinerja pemerintah pusat, saya yakin apabila kita juga berada di daerah berkabut asap, maka kita bakal melakukan hal yang sama.

Advertisement

Jadi, mari kita lakukan beberapa hal di bawah ini untuk membantu saudara-saudara kita di daerah yang terkepung kabut asap:

1. Membuat Hujan Buatan

Bagaimana caranya? Sediakan satu ember air yang sudah tercampur dengan garam. Jemur pada saat matahari terik agar terjadi penguapan.

Kabarnya, sudah disebar 40 ton garam didaerah berkabut untuk membuat hujan buatan. Tetapi, apabila tiap orang di Indonesia melakukan hal di atas, saya yakin bisa membantu menyelesaikan masalah kabut asap tanpa perlu mengeluarkan biaaya yang besar.

Berapa sih harga garam? Bandingkan dengan duit yang sudah kita keluarkan untuk foya-foya

2. Menanam Tanaman Penghisap Polusi Udara

Salah satu tanaman yang bisa menyerap polusi udara dan mudah didapatkan di Indonesia adalah Sansevieria (baca: sansivera) dan lidah mertua.

Mungkin dua tanaman tersebut tidak bakal berpengaruh dengan berhentinya kabut asap, tetapi setidaknya bisa mengurangi racun yang terkandung pada kabut asap

3. Sediakan Penyaring Udara

Penyaring udara harganya berkisar Rp. 2.500.000. Biaya sebesar itu ada yang menganggap kecil ada pula yang menganggap sangat besar. Jadi, mari kita sumbangkan setidaknya sepuluh ribu rupiah agar mereka dapat membeli penyaring udara. Lebih baik lagi apabila kita langsung menyumbang penyaring udara kepada mereka, karena barangkali apabila kita sumbang berupa uang, takutnya justru hanya untuk beli masker dan bukan penyaring udara.

Tiga hal di atas barangkali tidak bisa menyelesaikan masalah kabut asap secara spontan. Tetapi setidaknya kita sudah berusaha bersama-sama untuk membantu saudara kita.

Mari lakukan aksi nyata untuk menangani masalah kabut asap daripada saling nyinyir.