Selamat pagi, siang dan sore. Dalam kesempatan ini saya mau mencoba share-share sedikit tentang gigi. Semoga bermanfaat!

Salah satu penyakit gigi dan mulut yang paling sering ditemui dan menjadi keluhan banyak orang, yaitu gigi berlubang (karies).

Apa itu karies?
Karies merupakan proses demineralisasi yang disebabkan oleh suatu interaksi antara (produk-produk) seperti: mikroorganisme, ludah, bagian-bagian yang berasal dari makanan dan email (Houwink & Winchel, 2000).

Bagaimana proses terjadinya karies?
Proses terjadinya karies gigi dimulai dengan adanya plaque (sisa makanan) di permukaan gigi, sukrosa (gula) dari sisa makanan dan bakteri berproses menempel pada waktu tertentu yang berubah menjadi asam laktat yang akan menurunkan pH mulut menjadi 5,5 dan akan menyebabkan demineralisasi email berlanjut menjadi karies gigi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90% anak Indonesia mengalami karies (Depkes RI, 2000).

Advertisement

Bagaimana cara pencegahannya?
Plaque control merupakan cara menghilangkan plaque dan mencegah akumulasinya. Tindakan tersebut merupakan tingkatan utama dalam mencegah terjadinya karies dan radang gusi.

a. Scalling
Scalling yaitu tindakan membersihkan karang gigi pada semua permukaan gigi. Prosedur ini bisa dilakukan di dokter gigi.

b. Menyikat gigi
Banyak metode atau cara menyikat gigi. Prinsipnya, dalam menyikat gigi, yaitu semua permukaan gigi harus dapat dijangkau dan dibersihkan. Gunakan sikat gigi berbulu halus (soft) atau medium, dan usahakan kepala sikat berbentuk tumpul atau kecil, sehingga bisa membersihkan permukaan gigi bagian belakang.

c. Penggunaan dental floss (benang gigi)
Tidak semua daerah pada permukaan gigi dapat dibersihkan dengan sikat gigi. Penggunaan floss berguna untuk menghilangkan plaque pada daerah interproximal (celah di antara dua gigi), serta membersihkan sisa makanan yang tertinggal di bawah titik kontak.

d. Diet
Diet merupakan makanan yang dikonsumsi setiap hari dalam jumlah dan jangka waktu tertentu. Hendaknya dihindari makanan yang mengandung karbohidrat dan juga makanan yang lengket. Adapun yang disarankan, yaitu makanan yang banyak mengandung serat dan air. Jenis makanan ini memiliki efek self cleansing yang baik serta vitamin yang terkandung di dalamnya memberikan daya tahan pada jaringan penyangga gigi.

e. Kontrol secara periodik
Kontrol dilakukan setiap 6 bulan sekali untuk mengetahui kelainan dan penyakit gigi dan mulut secara dini.

Drg. Erwina Maya