Walau kamu merasa telah menghabiskan setengah waktumu untuk mewujudkan harapan tentang bahagia yang menurut pandangan mereka sangat sederhana tapi bagimu sungguh merupakan ujian Dari sang pencipta. Bersabarlah, walau kata-kata ini sama sekali tidak membantumu.

Menangislah dalam doa sebab Tuhan memiliki hati yang amat besar untuk mendengar

Hei kamu, ya kamu yang sedang menerka-nerka takdir tuhan. Masihkah harapanmu sebesar inginmu mewujudkannya? Jika masih, maka bersemangatlah dan berjuanglah sebab kamu dan saya tahu, tuhan senang melihat kita berusaha bukan hanya sekedar berdoa lalu menjadi hambar.

Sebab sedih serta bahagia jelas ada batasnya.

Segala yang dibutuhkan telah dicukupi tuhan, perihal lainnya hanya tentang Seberapa besar harapan kita untuk mewujudkannya. Jika duka yang kamu miliki masih hitam, belajarlah untuk merelakan segala yang pernah menjadi penghibur harapan.

Advertisement

Kesedihan hanya permainan pikiran dan memanipulasi hati.

Percayalah, hatimu baik-baik saja selama kamu mempercayakan tuhan merawatnya. Dan kesedihan tidak seburuk itu. Matahari senja adalah bukti bahwa Kata tamat tidak seburuk itu. Berbahagialah hati.