Kamu suka baca buku? Kamu lebih suka membeli buku atau pinjam di perpustakaan? Well, mau pinjam atau beli yang paling penting adalah aktivitas membaca itu sendiri. Banyak manfaat yang bisa kita dapatkan. Bahkan percaya atau tidak, kita bisa bahagia dengan membaca buku. Meski kadar kebahagiaannya belum bisa menyamai bahagia ketika tahu bahwa gebetan ternyata memiliki perasaan yang sama dengan kita.

Sahabat, semua tindakan dalam kehidupan ini tidak ada yang kebetulan. Selalu ada motivasi yang melatarbelakangi tindakan kita dan juga akibat yang menjadi buah dari tindakan tersebut. Salah satunya adalah aktivitas atau tindakan membeli buku. Kenapa saya katakan demikian? Karena menurut pengalaman saya, ada beberapa alasan mengapa seseorang membeli buku tertentu. Berikut alasannya!

1. Murni keinginan pribadi

Seseorang yang suka membaca novel Andrea Hirata misalnya, tentu akan sangat rela merogoh kocek untuk membeli karya-karya sang novelis asal Pulau Belitung ini. Tanpa dipaksa, diintervensi, bahkan diancam pun kalian akan berusaha mendapatkan buku beliau. Hal ini juga berlaku bagi mereka yang suka baca buku sejarah, ekonomi, biografi, keagamaan, dan lain-lain. Membeli buku karena keinginan pribadi biasanya akan menimbulkan rasa kepuasaan dan kesyukuran tersendiri. Buku itu akan dijaga dengan baik, disampul, dirawat, dan disayang layaknya menyayangi kekasih hati.

2. Tuntutan peran

Advertisement

Tidak jarang kita membeli buku karena tuntutan peran. Misalnya saya yang notabene mahasiswa ilmu sastra, memiliki kamus dan buku EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) atau yang sekarang bertransformasi menjadi EBI (Ejaan Bahasa Indonesia) adalah sebuah keharusan. Karena buku tersebut sangat saya butuhkan untuk menunjang perkuliahan. Pun bagi para siswa yang membeli buku-buku pelajaran sesuai dengan kelas dan semester mereka di sekolah. Andaikata saya bukan mahasiswa ilmu sastra, belum tentu saya membeli buku EYD atau EBI. Juga siswa kelas VI SD, kecil kemungkinan membeli buku paket untuk kelas XII SMA. Meski demikian membeli buku dengan motif seperti ini tetap memberikan banyak manfaat kok.

3. Korban iklan

Iklan buku biasanya tidak ditampilkan secara langsung layaknya iklan produk lain. Sering kali promosi buku diselipkan dalam cuplikan film, video, atau hal-hal lain yang tengah booming. Meskipun memang ada beberapa buku yang diiklankan di reklame, surat kabar, maupun talkshow di televisi. Dampak iklan pun kerap berhasil memengaruhi keinginan konsumen. Tergoda oleh iklan sebuah buku yang teramat membuai namun ketika buku sudah di tangan, ketika covernya dibuka, dan saat kata demi kata mulai terbaca, kok nggak sesuai ekspektasi hehe.

4. Tergantung mood

Seseorang yang tengah patah hati akan sangat gampang membeli buku-buku yang judulnya sesuai di hati mereka. Hal ini juga terjadi pada orang-orang yang tengah membutuhkan semangat. Buku-buku motivasi menjadi prioritas yang mereka butuhkan. So, mood seseorang terkadang bisa kita lihat dari buku apa yang ia beli.

5. Diberikan ke orang tercinta

Kadang kita sering membeli buku bukan untuk kita pribadi tapi buat orang lain. Bisa orangtua, adik, kakak, guru, sahabat, hingga pasangan. Ketika membeli buku dengan tujuan dijadikan sebagai hadiah untuk orang tercinta, jangan pernah abai dalam memperhatikan buku apa yang hendak kamu beli. Kalau adikmu masih SD belikan saja KKPK (kecil-kecil punya karya) atau komik-komik yang bisa merangsang kegemaran membacanya. Kalau orangtuamu suka buku agama jangan belikan novel thriller. Dan kalau kamu ingin menghadiahkan buku untuk pasanganmu, kenapa tidak kamu berikan buku yang bertemakan indahnya pernikahan atau nikmatnya menjadi pengantin baru. Mungkin saja esok lusa kamu dan dia langsung ke KUA, hehe.

Itulah beberapa alasan seseorang membeli buku. Tentu masih banyak alasan lain yang belum saya tuliskan di sini, karena pengalaman masing-masing orang pastinya berbeda. Namun yang patut kita cermati adalah membeli buku sama sekali tidak ada ruginya. Karena buku adalah jendela dunia. Membuka buku berarti membuka jendela dunia. Membaca buku artinya membaca dunia dan seisinya.