Berakhir. Mengakhiri. Diakhiri.

Akhir merupakan ujung. Entah karena titik jenuh, ingin menyudahi sesuatu, bosan atau mungkin putus asa. Sesuatu yang harus diakhiri biasanya sulit untuk diputuskan, memerlukan waktu untuk memutuskannya karena sesuatu itu mungkin saja bagian paling berharga dalam hidup. Berharga karena di dalamnya pasti tersimpan kenangan atau justru sudah menjadi kebiasaan. Jatuh cinta sendirian misalnya.

Sejak awal jatuh, bahagia, berharap, berjuang, cemburu, rasa memiliki ternyata sendiri, bukan bersama. Merasa sendirian pun memerlukan waktu bertahun-tahun. Entah mengapa harus selama itu untuk menyadari, mungkin karena sosok itu menjanjikan sesuatu yang diharapkan. Akhirnya ketika tahu sendirian keinginan untuk mengakhiri muncul. Lelah, jenuh dan kemustahilan alasannya.

Kehidupan sendiri tidak melulu harus tentang sosok itu.

Bagaimana cara mengakhiri jatuh cinta sendirian? Berdamai dengan diri sendiri. Dimulai dari diri sendiri, entah berhenti berharap, paling utama adalah mengikhlaskan. Bukan perkara mudah memang, namun untuk bergerak maju bukankah butuh pengorbanan? Tidak ada yang instant ataupun jalan cepat semua selalu butuh proses, oleh karena itu berdamailah dengan diri sendiri secara perlahan.

Berpegang teguh bahwa suatu saat nanti perdamaian itu akan membawa kebahagiaan yang hakiki merupakan kunci agar hati tak goyah. Jatuh yang sendirian itu mungkin bukan untuk dilupakan, namun kenanglah siapa tahu dapat memberikan pengalaman hidup berharga dan dapat membentuk senyuman manis ketika tak sengaja teringat.