Di Indonesia, terutama di Jakarta, banyak sekali jenis pekerjaan yang dapat ditemukan, dari yang halal sampai yang tidak. Ketika ada yang menanyakan kepada saya, apa sih pekerjaan saya, dengan bangga saya menjawab, saya bekerja di perusahaan BPO. Hah? BPO? Apa tuh?

Untuk masyarakat awam di Indonesia, tentu BPO masih terdengar sangat asing di telinga masyarakat, tetapi tidak untuk masyarakat luar negeri. Masyarakat Indonesia lebih akrab dengan istilah call center.

Padahal, BPO tidak melulu tentang call center atau customer service, lho! BPO juga mencakup HRD, back office support, IT helpdesk, quality assurance dan masih banyak lagi. Tetapi, memang yang paling banyak dibutuhkan di industri BPO adalah call center dan customer service. Bukankah kedua istilah tersebut sama ya? Nope, kedua istilah tersebut berbeda.

Call center dalam lingkup kerjanya, menerima telpon atau menelpon keluar, istilah yang biasa kami gunakan adalah inbound dan outbound call. Untuk outbound call biasanya dilakukan oleh sales marketing atau surveyor. Untuk customer service, layanan yang diberikan bisa melalui telpon, email atau chat. Sudah mulai ada gambaran, bukan?

Kenapa di awal tulisan ini, saya berpendapat bahwa pekerjaan ini masih dianggap rendah oleh masyarakat Indonesia?

Advertisement

Menurut masyarakat Indonesia, pekerjaan yang baik, layak dan sukses adalah PNS, pekerja kantoran yang berdasi dengan jabatan tinggi, pejabat, pengusaha atau pebisnis yang memiliki usaha yang banyak. Sayang sekali ya masih banyak orang yang berpikiran seperti itu, bahkan banyak yang menolak melamar perkerjaan di industri ini hanya karena gengsi yang tinggi untuk bekerja sebagai call center. Padahal, di Filipina, tempat saya merantau dan bekerja saat ini, pekerjaan di bidang BPO termasuk 10 pekerjaan dengan gaji tertinggi di Filipina. Bahkan saat masyarakat Filipina mengetahui saya bekerja di industri ini, mereka selalu berkata, "Wow, you work in a BPO company, you must earn really big."  

Padahal, untuk bekerja di industri ini, tidak semua orang bisa, lho! Rata-rata, pelamar minimal harus memiliki ijazah D3, kemampuan Bahasa Inggris yang cukup baik dan memiliki kemampuan lebih sesuai bidang yang dilamar. Contohnya, A melamar sebagai technical support representative untuk brand laptop tertentu, maka tentu saja A harus memiliki pengetahuan dasar tentang laptop. Manager saya pernah berkata, "everyone can apply in the BPO company, but not everyone can work in this industry".

Bekerja di BPO tidak hanya sekedar mengangkat telpon dari pelanggan, lho! Terlebih jika kamu menjadi quality assurance atau supervisor, lingkup pekerjaanmu berubah menjadi people management. Pekerjaan ini lebih rumit daripada yang dipikirkan. Waktu bekerja pun kadang tak kenal waktu.

Jika account tempatmu bekerja untuk client dari Amerika atau negara lain yang memiliki perbedaan waktu cukup jauh, maka kamu harus rela bekerja dengan waktu kerja yang sema dengan petugas keamanan yang meronda. Jam kerjamu bisa saja dari pukul 12 malam sampai 9 pagi. Seringnya, jika tanggal merah dan semua keluarga atau teman-temanmu liburan, belum tentu kamu juga bisa berkumpul bersama karena kamu tetap harus masuk kerja. Tidak seperti kebanyakan pekerjaan yang lain, saat tanggal merah bisa menikmati liburan dengan kerabat.

Kamu pun harus rela dimaki-maki oleh pelanggan jika mereka tidak puas dengan pelayanan atau kualitas barang dari account-mu. Ingin rasanya mematikan telpon saat itu juga, tetapi itu adalah sebagian dari pekerjaanmu.

Oleh sebab itu, jika kamu pernah memarah-marahi atau mengumpat customer service karena tidak puas dengan suatu produk atau layanan, jangan diulangi ya! Bagaimanapun para pekerja customer service dan call center pantas untuk dihargai, sama seperti pekerja dari lingkup pekerjaan yang lain.