Guru gue pernah bilang:


”Belajarlah dari alam sekitarmu. Dunia ini tuh luas, semua guru di dunia ini.”


Ternyata kalau kita bener-bener bisa menghayati, memang sebenernya alam itu mengajarkan banyak hal loh. Yang terkadang kita nggak anggap. Kita cuma menikmatinya aja, tanpa melihat hikmah yang terkandung di dalamnya. Nah, berikut di antaranya:

1. Bintang


Jadilah penerang untuk orang-orang di sekitarmu, sebagaimana bintang yang tanpa henti menghiasi gelapnya langit dengan sinar yang ia miliki.


Advertisement

“Masa kita bisa jadi bintang? Caranya gimana?” Gampang kok, di antaranya dengan berbagi ilmu yang kita punya. Lagipula ilmu yang kita punya itu nggak akan berguna kalau kita nggak bagikan kepada orang lain kan. So, jangan pernah takut untuk berbagi yah. Karena berbagi itu indah, temen-temen. Setidaknya, sempatkanlah dalam hidup ini untuk bisa menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain.

Hidup bahagia, harta banyak, anak istri banyak, itu udah biasa broh! Tapi hidup banyak bermanfaat untuk orang lain, inilah yang luar biasa. Dengan inilah kita akan menjadi sinar untuk orang-orang di sekitar kita nantinya. Lihat aja bintang, walaupun mereka kecil, nggak jauh beda dengan yang lainnya. Akan tetapi karena keberadaan mereka, langit gelap pun sontak berubah menjadi panorama yang sangat indah. Kita pun sama, kalau diri kita bisa bermanfaat bagi orang banyak, tak terasa ternyata kitalah yang berperan besar mengindahkan kehidupan di dunia ini, temen-temen.


So, jadilah bintang untuk orang-orang di sekitarmu.


2. Senja


Terkadang senja itu berwarna orange, melambangkan kebahagiaan yang sedang dia rasakan.

Terkadang, ia berwarna gelap. Melambangkan kemarahan dan keterpurukan yang sedang ia alami.

Tetapi, langit tetap setia akan kehadiran sang senja, ia akan selalu bersama sang senja dan menyambut hangat atas kehadirannya. Sampai waktunya sang pencipta memusnahkan mereka berdua..

Keren ya!


Dari sinilah kita belajar kesetiaan terhadap seseorang, temen-temen. Terlebih terhadap pasangan kita kelak. Apapun yang terjadi, kepada seseorang yang nanti akan menjadi jodoh kita, seseorang yang Allah pilihkan untuk kita, hakikinya adalah seseorang yang terbaik untuk mendampingi kita. Maka dari itu harus kita jaga. Terimalah dia apa adanya. Walaupun mungkin kita punya angan-angan ada orang lain yang lebih pantas untuk mendampingi kita. Tapi belum tentu itu yang terbaik buat kita bukan? So, kalo pasangan kita mempunyai kekurangan, it’s okay aja. Toh kita sendiri juga punya banyak kekurangan kan!

3. Hujan


Seneng banget kalau udah lihat hujan, soalnya dia mengajarkan kesetiakawanan kepada kita. Coba lihat aja deh! Dia nggak akan pernah sekalipun meninggalkan temannya jatuh sendirian. Satu jatuh, semua ikut jatuh, satu sakit, semua ikut merasakan sakit.


Itulah hujan. Mereka adalah wujud gambaran sejatinya pertemanan. Kalau ada yang nanya, “Emang kalau kita temenan sama orang lain, harus sampe kaya gitu ya?” Gue cuma bisa nanya balik, “Terus lu pengen punya temen kaya gimana? Yang bisa dimanfaatin duitnya doang? Atau yang kaya gimana?” Gue kasih tau satu hal ya, “Kita itu akan mendapat perlakuan yang sama seperti perlakukan kita kepada orang lain, temen-temen.” Kalau kalian nggak pernah berbuat apapun buat temen atau sahabat sendiri, ya jangan heran kalau suatu saat kalian butuh bantuan segala macem, mereka juga masa bodo aja sama kalian."

Jangan pernah meremehkan kesetiakawanan. Karena suatu saat itulah yang akan kita butuhkan. Apalagi di saat kita nggak punya siapapun lagi. Misal ketika kesusahan, siapa lagi yang akan membantu, mendukung kita dari belakang kalau bukan kawan atau sahabat kita sendiri. Kalau bukan sahabat kita sendiri, siapa lagi yang akan menemani duka kalian? Siapa lagi yang mau melakukan hal-hal absurd dan konyol bersama kalian? Siapa lagi yang mau gila-gilaan bersama kalian? Siapa lagi yang senantiasa menebar kebahagiaannya bersama kalian? Siap lagi yang rela melakuan sesuatu yang memalukan bersama kalian? Siapa lagi kalo bukan mereka.


Maka dari itu, jagalah kesetiakawanan itu.


4. Embun


Belajarlah dari sang embun, yang selalu pandai menyembunyikan dan menyelimuti pepohonan di sekitarnya.


Seperti itulah gambaran pertemanan yang tulus. Yaitu bisa saling percaya dan saling menjaga. Di saat kita menemukan kekurangan teman kita, bukan untuk di umbar, “melainkan kita sembunyikan.” Juga di saat kita menemukan kelemahan teman kita, bukan untuk dibiarkan! “melainkan kita bisa melindunginya.”