Merdeka. Merdeka. Merdeka

Sebuah kata yang akhir-akhir ini akan disemarakkan di seluruh pelosok negeri ini. Sebuah kata yang mewakili perasaan kita sebagai bangsa Indonesia untuk terlepas dari berbagai bentuk penjajahan, yang akan kita gemakan pada Hari Kemerdekaan Nasional kita di 17 Agustus yang akan datang. Ketika mendengar kata merdeka, kata apasih yang terlintas pertama kali? Kebebasan? Keleluasaan? Ya. Kemerdekaan memang berkaitan dengan kebebasan. Lantas sudah sejauh mana bangsa kita memaknai kemerdekaan, sudahkah kita merdeka atau merdeka yang kita rasakan hanyalah semu semata?

Sebagian dari kita akan berpikir bahwa merdeka itu adalah terlepas dari penjajah, terlepas dari segala bentuk peperangan, tetapi bukan hanya itu kemerdekaan bisa juga diartikan sudah lepas dari belenggu asing baik secara ekonomi, budaya dan teknologi. Merdeka itu salah satunya adalah kemampuan kita untuk menonjolkan seperti apa karakter bangsa dan identitas kita. Mampu berdikari dan mandiri adalah bentuk kemerdekaan yang bisa kita kita persembahkan kepada para pendahulu kita,para pejuang kita terdahalu, lantas sudah berhasilkah kita?

Freedom is the oxygen of soul

Ketika kita mendengar kata Jepang, Korea memori kita akan langsung mengingat kata anime, korean wave,drama, manga, begitu mudahnya mengingat ciri khas atau ikon negara-negara tersebut. Malaysia dengan Petronasnya, Thailand dengan gajahnya, Singapura dengan konsep world city class,begitu mudahnya kita mengingat hal-hal tersebut. Lalu bagaimana dengan Indonesia, orang mungkin akan mengatakan oke Bali, Candi Borobudur, Raja Ampat. Kalau kita penduduk lokal mungkin kita akan mengerti kalau tempat itu hanyalah bagian kecil dari Indonesia, tapi sayangnya kebanyakan asing hanya mengetahui misalnya Bali is Bali, they even don't know that Bali is a part from Indonesia. Miris iya, kita dengan gugusan kepulauan terbesar dunia, memiliki kopi terbaik, tambang emas terbesar dunia, salah satu teh terbaik, dan lagi kebudayaan yang beragam mulai dari ratusan dialek berbeda tiap daerah tetapi masih kalah soal popularitas dikancah dunia.

Advertisement

Indonesia? Where is it?

Salah stau bentuk kemerdekaan kita adalah kita bisa secara aktif dan bebas menonjolkan identitas kita sebagai bangsa, ciri khas kita atau trademark kita sebagai sebuah bangsa. Salah satu hal yang bisa kita pelajari dari negara-negara di atas adalah pentingnya sebuah citra, sebuah identitas, jadi mereka akan konsisten dan fokus pada apa yang mereka anggap bisa menonjolkan bangsanya. Mungkin inilah yang bisa kita jadikan sebagai fokus utama kita untuk bisa menonjolkan ciri khas kita. Kita mula-mula harus memilih tentang bagaimana keinginan kita sebagai bangsa Indonesia di mata dunia. Mungkin pemerintah kita dalam menciptkan sebuah citra haruslah konsisten dan juga dilakukan secara berkelanjutan. Walaupun mungkin masih bingung dengan konsep keberagaman tapi setidaknya kita bisa terus mengusung konsep seperti ini karena jika promosi yang kita lakukan terpisah-pisah butuh berapa lama agar orang lain mengenal bangsa kita seutuhnya.

Hal-hal kecil bisa dimulai dari diri kita sendiri seperti destinasi ke dalam negeri dipebanyak daripada lua negeri. Kita harus memunculkan rasa bangga kita akan tanah air sendiri berusaha untuk membangun sebuah image yang kuat dimata dunia. Kita bisa menampilkan perilaku yang ramah dan gotong royong ala nenek moyang kita dahulu, jika kita konsisten dengan apa yang ada maka bukan hal yang tidak mungkin ketika Indonesia suatu saat nanti juga bisa dikenal dengan budayanya sendiri tanpa harus bias dengan negara tetangga.