Kamu hanya terlalu naif, menganggap segala yang telah Tuhan gariskan akan semulus air mengalir. Tidak apa, justru itulah salah satu daya tarikmu. Kamu yang mempercayakan kebahagiaan kepada Tuhan adalah seseorang yang memiliki keyakinan paling wahid. Tidak ada yang sepertimu mungkin itulah sebabnya kenapa Tuhan selalu mengujimu, Dia terlalu menyukaimu.

Jangan khawatir, apa yang ditakdirkan untukmu tidak pernah menjadi milik orang lain.

Pada awalnya, semua mulut sekitarmu akan selalu meributkan hal yang tidak penting sama sekali. Mempertanyakan 'kapan, 'di mana', 'siapa '. Tapi yakinlah, tidak ada yang bisa meruntuhkan tembok kepercayaan ketika perempuan telah percaya.

Mungkin semua orang harus mengambil jurusan kimia keyakinan, agar ketika perasaan tertumpahkan adalah selamanya benar adanya. Tuhan sengaja menghadirkan cinta adalah untuk memberi warna pada hati. Lalu,kenapa harus diberi rasa lain seperti luka, kecewa, bahkan nestapa?

Karena sebaik-baiknya kebahagiaan adalah mempercayakannya pada Tuhanmu.

Advertisement

Kamu, saya dan mereka sedang meniti jalan menuju depan bukan lagi belakang. Katakan pada hatimu yang memiliki rasa lain tersebut 'Aku berhak bahagia '. Tuhan telah memampukan kita bahkan jauh sebelum kita dihadirkan ke dunia. Kamu yang naif, berbahagialah sebab bahagia selalu datang setelah nestapa. Bukankah pelangi hadir setelah hujan?