Buat kamu atau siapapun itu yang masih mengangankan semua harapan dan kebahagiaan. Harapan-harapan yang setiap berganti bulan, tahun bahkan hari yang terus-terusan engkau harapkan segera terkabulkan. Bukan berarti belum terwujud, maka dari itu jangan pernah meletakkan mimpi itu sekali pun bahkan membuat semangat tuk meraihnya redup. Jangan!!

Siapa yang bilang bahwa kamu tidak berhak untuk berharapan? Siapa bilang kamu tidak berhak merasakan kebahagiaan? Siapa yang bilang mereka yang pernah berbahagia tidak pernah merasakan yang namanya terjatuh? Dan siapa bilang berharap untuk sesuatu yang kamu impikan tidak akan tercapai? Akan tercapai. Akan kamu rasakan juga. Akan kamu nikmati semua.

Lalu, di suatu titik kamu akan benar-benar merasa bersyukur dan puas atas segala upaya serta doa yang tidak pupus kamu sulam pada-Nya. Ada tipe-tipe manusia yang Tuhan dahulukan bahagiannya dan Dia simpan buat nanti bahagianya. Di manapun posisi kita saat ini, bahagia atau berduka. Bukan berarti kamu tidak akan bahagia. Bahagia itu serupa virus penyakit. Dirimulah yang bisa mengobati dirimu sendiri. Obat penyembuh hanya sugesti yang kamu kirim kepada otak bahwa obat ini penyembuh.

Sebab kamu dan saya pasti mengetahui bahwa Hal tersulit adalah berdamai dengan diri sendiri.

Bahkan ketika kamu sedang terjatuh dan hampir menyerah, Selain mereka yang membantumu bangkit. Kamu sendiri yang memutuskan "Bangkit atau Tidaknya". Dari perdebatan dalam diri itu seharusnya bisa melahirkan kejujuran pada diri sendiri. Bertanya pada diri, apa yang salah, mana yang benar dan kenapa belum giliranmu juga? Sebab yang paling menentukan keberhasilan dan tercapainya doa dan upayamu menuju langit adalah keikhlasan yang akhirnya kamu hadirkan.

Penerimaan atas diri. Memaafkan yang telah terlewati. Mencoba menjadi diri yang lebih baik lagi. Dan memperbaiki salah yang ada pada diri. Setelahnya Energi positif yang kamu bangun tersebut akan menularkan kepada mereka yang pernah pada posisi jatuh dan menyerah untuk terus berdoa dan berupaya. Maka jangan terus bertanya kapannya. Tapi bertanyalah sampai di mana upayamu mewujudkannya, lalu berusahalah mengejar setiap kesempatan yang datang setiap detik kepadamu.

Karena Bahagia itu adalah apa yang kita ciptakan sendiri. Kalo kamu tidak mampu membahagiakan diri sendiri lantas bagaimana kamu membahagiakan yang Tuhan percayai nanti padamu.

Berjuang. Berusaha. Berdoa.