Sebuah mimpi yang berawal karena masuk disalah satu jurusan perkuliahan tentang dunia hewan, sebuah cita-cita yang terdengar lucu jika dikenang sampai sekarang. "Aku ingin suatu saat nanti punya suami juga Dokter Hewan… " aah..hanya sebatas gumamam maba yang frustasi karena banyaknya macam praktikum dan tugas perkuliahan.

Namun sepertinya memang benar. Kata adalah sebagian dari doa, saya telah berkali-kali mengalami pembuktiannya. Dan salah satunya anugerah yang saya dapatkan sekarang, yang berasal dari gumamam ketika saya masih duduk didepan bangku salah satu ruang praktikum dikampus dulu. Mungkin kala itu Malaikat meng-aamiin-kan celoteh saya.. Hingga Tuhan mempertemukan jalan saya dan seorang teman kuliah (yang sekarang adalah suami saya) untuk menjadi teman hidup.

Okee.. banyak pepatah Jawa menyebutkan, "Witing Tresno Jalaran Soko Kulino" (Rasa Sayang berasal dari karena telah terbiasa), "Witing Tresno Jalaran Soko Ngglibet" (rasa sayang berasal karena sering bersama), "Witing Tresno Jalaran Ora Ono Wong Liyo " (rasa sayang berasal karena tidak ada yang lain), dan masih banyak lagi. Namun untuk versi saya pribadi, saya tambahi.. "Witing Tresno Jalaran Soko Okeh e Praktikum lan Guyonan Dowo" yang artinya adalah rasa sayang timbul karena banyaknya praktikum dan bercanda yang panjang. Maksudnya disini, well.. namanya jaman kuliah dulu selalu disibukkan dengan yang namanya praktikum, setelah itu bikin laporan, dan setelah klimaks pusingnya, kita akan main bersama untuk sekedar refreshing.

Singkat cerita, saya dan suami saya dulu adalah teman kuliah, kami memiliki profesi yang sama yaitu Dokter Hewan atau biasa kami bangsa Veterinarian menyebutnya dengan istilah Inbreeding (kawin dengan satu bangsa). Banyak hal-hal unik yang telah kami lalui sebagai pasangan dokter hewan. Dari mulai berdebat masalah vaksinasi pada ayam hingga mengenai kawin suntik pada sapi.

Dan, pada akhirnya.. mencari pasangan hidup adalah mencari semua hal yang nyaman, hal yang dapat membuat sebanyak apapun waktu menjadi terasa selalu kurang dan yang tidak pernah membosankan.

Advertisement

Menghabiskan waktu bersamamu tidak pernah membosankan, karena disela menjelang tidur malam kita selalu mengandaikan jika memiliki peternakan bersama, berdiskusi mengenai pengobatan-pengobatan pada pasien-pasien yang telah kita tangani, membahas tentang import sapi yang sekarang sedang marak, dan tidak lupa bernostalgia bersama jaman kuliah dimana waktu praktikum keluar dari kampus adalah hal yang paling menyenangkan. Masih saja kita tertawa cekikik-an jika mengingat jaman Koas dengan dosen-dosen super killer hingga untuk nekropsi ayam saja tangan kita gemetaran. Atau, saat-saat keliling disepanjang desa di Pantai Parangtritis dan daerah RS. Sardjito untuk mencari kucing dan anjing sebagai hewan praktikum. Satu hal yang tidak pernah luput kami selipkan saat perbincangkan ketika santai bersama adalah seputar hewan.

Itulah setidaknya yang dapat kami rasakan. Saling memberi support dan masukan untuk terus berkarya memberikan yang terbaik bagi profesi Dokter Hewan. Serta tidak lupa.. menjadi bagian dari kehidupan kami, untuk terus menjadi teman kuliah, teman diskusi, dan teman hidup selamanya.