Selama ini aku tak pernah mengenal apa itu cinta, tak pernah terbesit olehku untuk bergelut dalam kisah asmara. Namun sejak perkenalan itu, engkau mulai memasuki kehidupanku, engkau mulai mengambil peran dalam kisahku. Perlahan engkau gelitik hatiku, engkau gerogoti perasaanku dan bahkan engkau mengunci perasaanku. Di mana hanya engkau yang mampu membukanya.

Perjalanan dari waktu ke waktu, kita mulai mengukir kisah kita.

Perlahan engkau ajarkan aku apa itu cinta, kasih sayang, ketulusan dan kesabaran. Masih teringat jelas olehku ketika engkau memintaku untuk menerimamu apa adanya, engkau hipnotis aku dengan kata-kata itu, sehingga aku belajar ikhlas untuk menerimamu, hanya bermodalkan kesederhanaan dan keyakinan engkau mampu memiliki hatiku seutuhnya.

Entah setan apa yang merasukimu, kisah yang indah itu kandas, kisah di mana tidak sedikit dari mereka yang mengagumi kita. Semuanya sirna sudah semenjak engkau memutuskan untuk memilih dia, dan engkau sisakan luka yang begitu dalam.

Berbahagialah, semoga dia satu-satunya sosok yang kau cari, satu satu orang yang mampu membuatmu lebih bahagia. Satu satunya orang yang mampu mencintaimu melebihi cintaku padamu. Tidak pernah sedikitpun tersimpan di benakku, untuk mendoakan hal-hal buruk yang terjadi dalam hidupmu, maupun dihidupnya.

Advertisement

Selamat bahagia dari aku.

Gadis yang sudah tidak menangis lagi dan terus belajar untuk membalut lukanya.