Sering kita lupa bahwa Tuhan memberikan potensi kecerdasan yang sama pada setiap orang. Tak perduli apakah dia anak petani atau orang bergelimang deduitan. Tak peduli apakah itu lelaki ataupun perempuan.

Sebagai lelaki, kita selalu berusaha agar menjadi yang terdepan. Kita akan merasa gengsi jika kita dikalahkan dengan perempuan. Hey, kawan, apakah di kamarmu ada kaca yang masih bisa kau gunakan? Kita dan para wanita adalah organisme dengan struktur otak yang sama sebagaimana tuhan telah anugrahkan, gengsi mengakuinya hanya akan melahirkan orang yang minus kebijaksanaan.

Berlombalah, Agar Dunia Semarak Dengan Jejak Peradaban

Saat Tuhan menciptakan manusia, Tuhan membekalinya dengan akal yang sempurna. Itulah kenapa saat malaikat mempertanyakan cikal kecambah eksistensi manusia yang akan di kirim di plenet bumi, Tuhan santai saja menjawabnya: Aku lebih mengetahui dari apapun praduga-praduga kalian semua (malaikat).

Selanjutnya Tuhan mengajarkan nama-nama dan fungsi dari setiap pengetahuan yang ada. Maka terisilah akal-akal itu dengan sumber data yang dibutuhkan para manusia sebagai alien yang akan melakukan perjalanan bintang menuju bumi, sebagai pemakmur dunia. Petualang yang bertugas menemukan jalan pulang menuju surga, tempat mula moyang asli kita dahulu kala.

Advertisement

And now, here we are, kita laki-laki dan perempuan belajar di sekolah yang sama dengan materi yang tak jauh berbeda. Kita berlomba menjadi yang terbaik di bidangnya. Kita sama-sama mengerahkan tenaga untuk mempersembahkan yang terbaik bagi orang tua dan Tuhan kita. Semua kita lakukan karena Tuhan memerintahkan demikian dalam kitab sucinya:”Berlomba-lombalah kalian dalam kebajikan” demikian ujarNYA.

Wanita Tak Boleh Lebih Pintar: Are You Drunk Mr?

“Akar pohon ilmu rasanya pahit, tapi memiliki buah yang manis” demikian bapak kamu filsuf, Aristoteles berkata. Jika wanitamu yang akan kau pilih menjadi sitri ternyata tahu fakta ini, kemudian secara rutin meminum akar-akaran pengetahuan dan menjadi pintar, apakah dia akan kau salahkan karena pintar? Hallo, are you drunk mister?

Jika wanita itu adalah seorang dengan pemahaman Islam yang cukup, maka apakah kau akan semakin kecewa? Karena toh nyatanya sekarang dia sepaket lebih komplet. Ia tidak hanya pintar dengan keilmuan yang digelutinya, tapi juga pengetahuan keislamannya membuat ia terlihat mempesona.

Hey, hey, hey, sadarlah…! mereka sama sepertimu, mereka kerja keras mengelola diri sepertimu karena memang Alloh memerintahkan semua itu. Bukankah mereka adalah hamba yang sama sepertimu, yang ingin mempersembahkan yang terbaik dalam mengemban misinya? Bukankah mereka juga seorang yang sama sepertimu, mereka akan menghadapai masalah-masalah dalam kehidupannya yang hanya bisa dipecahkan dengan keilmuan yang matang dan kecerdasan. Lalu kenapa mereka tak boleh memiliki kecerdasan yang sama?

Wanita Yang Sepenuhnya Dewasa Tak Akan Merendahkanmu Hanya Karena Kecerdasannya Melebihi Rata-rata

Setiap manusia, dari bangsa apapun jenisnya, pastilah mengenal filosofi tanaman padi. Saat muda ia bersemangat meninggi, namun semakin matang semakin ia merunduk ke bumi. Semakin berisi semakin sempurnalah kebijaksanaan dirinya.

Begitulah seharusnya manusia, jika benar wanita yang akan kau nikahi adalah seseorang dengan kedewasaan ilmiah yang sempurna, ia pasti akan menghormati siapa saja. Tak terkecuali dirimu yang memberanikan diri melamarnya. Karena ia tahu benar, ilmu itu adalah cahaya, kesombongan hanya akan meredupkan kilaunya.

Akan tetapi, jika kau melihat sebaliknya, wanita yang akan kau nikahi adalah seorang cerdas cendikia dengan sifat sombong dan angkuh, yang tidak mau menerima pendapat dari orang lain, tidak menggubris masukan dari teman-temannya, merasa paling benar sendiri dengan segala pendapatnya, segera kemasi hatimu dari berharap dengan orang yang seperti itu. Karena jiwa yang lurus akan sentiasa mencari kelembutan, kerendahan hati, kejujuran dan fitrah suci lainnya.

Jika Wanita Telah Bersedia Menerimamu Menjadi Kusir Hidupnya, Persembahkan Perjuangan Yang Terbaik Untuknya

Sekarang, nyatanya dia telah bersedia menerima lamaranmu. Karena baginya bukan hanya kecerdasanmu yang menjadi pertimbangan. Tapi juga tanggung jawab yang selama ini kau tunjukkan. Dan yang lebih penting lagi adalah bukti ketaatanmu kepada Tuhan yang sentiasa kau jaga dengan penuh keteguhan.

Kini dia bersedia menjadi makmummu mengarungi kehidupan. Maka, bersedialah, persembahkan yang terbaik yang bisa kau lakukan. Kusir kehidupan yang baik adalah yang menyediakan diri untuk menerima masukan, selalu bermusyawarah untuk keputusan-keputusan yang berdampak untuk kebaikan bersama.

Wanitamu yang cerdas itu tetaplah seseorang yang tidak luput dari kesalahan. Jangan tergesa tersinggung saat ia lebih dulu punya ide cemerlang tentang suatu permasalahan. Jangan juga merasa terintimidasi jika cara berpikirnya meletup-letup jauh dari yang kau pikirnkan. Karena dia sekarang ada sepenuhnya untukmu, team suksesmu yang akan membantu arah kemudimu agar selamat sampai tujuan.

Jika faktanya wanita(baca:istri)mu adalah seorang muslimah taat dengan kecerdasan yang tidak sembarang, berdiskusi dengannya dalam segala hal pastilah akan mengasikkan. Manuver-manuver pendapatnya tentang pekerjaan dan usaha yang sedang kau rintis pasti akan membuatmu bersyukur karena telah dianugrahi Tuhan pasangan sedemikian baik. Lalu terngiyang-ngiyang dalam pikiranmu selalu: “nikmat tuhan mana lagi yang akan kau dustakan?”