Terkadang aku berfikir mengapa hidup ini selalu merasa ada hal yang terabaikan, entah itu kehidupan sehari hari atau mungkin pada sang kholik, sering aku mengalami hal sepele yang harus aku lakukan dan mungkin sangat berarti misalkan memperhatikan tingkah laku anak-anak yang selalu bermain dengan dunianya bahkan memperhatikan orang dewasa disekeliling dengan apa yang di lakukan saat itu. banyak hal yang dapat aku temukan diantara mereka yang selalu melakukan keinginannya seperti si kecil yang bermain dengan dunianya, dia selalu merasa bangga dengan apa yang telah di lakukannya tanpa memperhatikan apa yang ada di sekelilingnya hanya fokus pada tujuannya dan merasa bahagia dengan apa yang di lakukan, sesekali di tegur dia hanya tersenyum dan melanjutkan aktifitasnya kembali dan sesekali menunjukkan apa yang sudah dia lakukan. begitu juga dengan orang dewasa yang selalu merasa bangga dengan apa yang di dapat hari ini dan juga merasa sedih jika memikirkan apa yang jadi tanggungan mereka, tak ayal mereka hanya mengeluh dan merasa hasil yang didapat masih kurang.

disitu saya mengambil hal positif yang sangat menarik, dimana anak kecil yang tak hentinya memainkan dunianya sampai dia berhasil apa yang diinginkan. sebaliknya orang dewasa merasa kurang jika sudah dapat dan tidak ada rasa syukur, hanya kesenangan di awalnya saja yang membuat mereka bangga.

Selama hidup di dunia banyak manusia yang merasa dirinya selalu kekurangan, dari yang kebutuhan sudah tercukupi sampai yang belum tercukupi, yang mengakibatkan diri mereka kurang bersyukur atas apa yang telah di miliki dan mereka merasa masih kekurangan, sedangkan mereka yang kebutuhannya pas pasan dia merasa tercukupi atas apa yang mereka miliki karena mereka memikirkan kebutuhan pokok daripada yang lainnya.

terkadang masalah datang tak terduga hanya di sebabkan karena kekurangan materi yang mengakibatkan diri mereka tidak bersyukur. padahal jika bersyukur, berfikir dan berusaha pasti akan mendapatkan apa yang diinginkan. ibarat burung yang pergi pagi tanpa perut terisi dan pulang dengan perut kenyang dan dapat memberikan nafkah keluarganya.