Pernahkah kamu bertanya pada Tuhan.

Gak masalah bila suatu waktu kamu bertanya pada Tuhan. Bertanya itu sangat manusiawi. Bertanya pada Tuhan juga bukan omong kosong. Gak haram dan gak usah takut dimarahi. Bertanya pada Tuhan malah makin menajamkan posisi kehambaan kita. Bertanya pada Tuhan bisa berarti kamu makin mendekat pada-Nya. Atau mendekat pada realitas hidup yang sedang kamu hadapi sekarang.

Lalu, mengapa kamu tak bertanya pada Tuhan. Gunakanlah hak kamu untuk bertanya sekalipun kepada Tuhan. Karena kamu hamba-Nya, maka kamu boleh bertanya. Walau tak seperti bertanya kepada teman sendiri.

1. Bertanyalah mengapa kamu tidak kaya?
Agar kamu ditunjukkan bahwa ada orang yang banyak harta dan cukup ekonomi, tapi hidupnya kesepian dan tidak memiliki siapapun yang bisa dibagi atas kekayaannya.

2. Bertanyalah mengapa kamu tidak ganteng?
Agar kamu ditunjukkan ada pria ganteng yang luar biasa dan dipuja banyak wanita, tapi karakternya sangat buruk serta menjijikan.

Advertisement

3. Bertanyalah mengapa kamu menjadi semakin tua?
Agar kamu ditunjukkan ada orang muda berusia 17 tahun dan jauh lebih muda dari kamu tapi sedang terbujur kaku, meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan.

4. Bertanyalah mengapa kamu gak punya rumah besar?
Agar kamu ditunjukkan ada keluarga yang belum punya rumah dan baru saja diusir dari rumah kontrakanya hingga kini terpaksa tinggal di jalanan tanpa atap sekalipun. Atau kamu pun bisa ditunjukkan keluaraga yang punya rumah besar tapi penghuninya jarang bertemmu bahkan rapuh batinnya.

5. Bertanyalah mengapa kamu harus bekerja?
Agar kamu ditunjukkan ada orang yang punya pendidikan tinggi tapi sulit mendapatkan kerja, keliling ke sana ke mari hingga ia lelah menunggu panggilan kerja.

6. Bertanyalah mengapa kamu tidak menjadi orang terkenal?
Agar kamu ditunjukkan ada orang yang punya banyak sahabat tapi semuanya pergi ketika ia tidak punya harta lagi. Atau ada banyak orang terkenal tetai akhirnya mereka masuk ke penjara atau menjadi omongan orang banyak karena perilakunya yang jelek.

7. Bertanyalah mengapa kamu tidak pintar?
Agar kamu ditunjukkan ada orang yang terlahir jenius tapi di penjara karena menyalahgunakan kepintarannya untuk kejahatan. Atau ada orang pintar yang kerjanya “menipu” orang-orang yang bodoh.

Bertanyalah pada Tuhan. Agar kamu tahu apa yang kamu alami. Dan agar kamu sadar bahwa kamu masih lebih baik dari yang lain.

Bertanyalah pada Tuhan karena zat itu tidak akan marah pada hambanya. Sekali lagi BERTANYA pada Tuhan bukan MENGELUH atau MENYALAHKAN keadaan, apalagi Tuhan. Karena dengan BERTANYA, kamu bersedia mendengarkan jawaban. Atau setidaknya bersedia memahami apa seaungguhnya yang terjadi. Sungguh, bertanya itu manusiawi.

Bertanyalah pada Tuhan.
Mengapa banyak hal buruk yang terjadi pada diri kamu di hari ini ini atau kemarin? Mengapa kamu bangun tidur terlambat? Mengapa mobil kamu mogok? Mengapa HP kamu mati di saat ada telepon penting? Tanyakan pada Tuhan, kenapa gak ada yang lancar hidup kamu hari ini?

Tapi kamu juga harus menerima jawaban Tuhan dengan ikhlas.
Karena pagi tadi malaikat kematian ingin menjemput kamu dan Tuhan mengirimkan malaikatnya untuk berperang melawannya. Agar tak ada hal buruk yang terjadi padamu. Itulah sebab Tuhan membiarkan kamu tertidur hingga bangun terlambat tadi padi. Tuhan pula yang membiarkan mobil kamu mogok karena ada pengemudi mabuk di depan jalan yang akan menabrak kamu. HP kamu mati saat telepon penting karena penelpon itu adalah penipu agar kamu gak tertipu melulu, bahkah telepon itu mengganggu konsentrasi kamu saat mengemudi. Semua itu Tuhan lakukan untuk kamu agar kamu tetap lancar dalam hidup walau tersendat sedikit.

Kadang kamu, kurang menunduk, menarik nafas atau menangis untuk Tuhan. Kamu gak perlu minta maaf pada Tuhan. Tapi kamu hanya butuh kesediaan untuk BELAJAR percaya sepenuh hati pada Tuhan. Karena rencana Tuhan pada kamu jauh lebih baik dari yang kamu perkirakan.

Bertanya pada Tuhan.
Karena kamu gak tahu dimana rezeki kamu. Tapi rezeki sangat tahu di mana kamu. Tuhan telah memerintahkan rezeki untuk menjemput kamu, baik dari lautan biru, tanah bumi dan gunung. Rezeki kamu dijamin Tuhan sejak kamu dalam kandungan ibumu.

Bertanyalah pada Tuhan.
Agar kamu tahu bahwa sangat salah bila bertawakal atas rezeki dimaknai dari hasil bekerja. Karena bekerja adalah ibadah, sedangkan rezeki itu urusan-Nya.

Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijamin Tuhan adalah kesalahan berganda.

Kamu dan manusia lainnya membanting tulang, demi angka tabungan dan gaji. Tapi esok mungkin akan kamu tinggal mati. Kamu lupa bahwa hakikat rezeki bukan apa yang terbaca dalam angka. Tapi apa yang telah kamu nikmati selama ini.

Karena rezeki gak selalu terletak pada pekerjaan kita. Tuhan yang menaruh sekehendak-Nya, pada kamu pada orang yang dikehendaki-Nya.

Ingat kisah istri Nabi Ibrahim yang berlari bolak balik 7 kali antara shafa dan marwah, mencari air untuk putranya Ismail. Tapi air zamzam justru muncul dari kaki bayinya. IKHTIAR itu perbuatan, sedang REZEKI itu kejutan. Rezeki, sungguh hanya soal “dari mana dan untuk apa”. Maka rezeki, halalnya dihisab dan haramnya diadzab.

Bertanya pada Tuhan.
Kadang mengingatkan kamu agar tak usah iri pada rezeki orang lain. Jika kamu iri pada rezekinya, kamu juga harus iri pada takdir matinya. Karena Tuhan membagi rezeki, jodoh, dan maut pada tiap manusia.

Bertanyalah pada Tuhan. Agar kamu tahu dan sadar bahwa semua yang ada pada kamu adalah atas kehendak-Nya, kehendak Tuhan. Tuhan yang berencana atas kamu agar kamu tidak lalai bahkan sombong.

Bertanya pada Tuhan. Maka kamu akan mendapat jawaban, “semua yang ada pada kamu itu sudah cukup”.
#BelajarDariOrangGoblok