Nanya dong, berteman itu butuh alasan atau gak sih?
Agak sulit juga menjawabnya. Yang paling fair kamu tanya diri sendiri aja. Berapa banyak teman kamu sekarang? Bagaimana mereka bisa jadi teman? Atau kenapa kamu berteman dengan dia? Maaf ya, saya gak bisa bantu ngejawab. Abis susah sih pertanyaannya, berteman butuh alasan atau tidak?

Berteman butuh alasan atau tidak?
Harusnya sih, setiap kita punya alasan dalam berteman. Berteman harus ada manfaatnya walau sedikit. Jangan sampai kita berteman karena terpaksa, gak baik. Sesuatu yang dipaksa itu gak enak, gak nyaman.

Lha, kalo gitu mendingan gak usah berteman aja deh?
Iya gak gitu juga sih. Mungkin kamu juga belum tahu banyak tentang manfaat pertemanan yang kamu punya sekarang. Atau kamu gak mengenal jauh teman-teman yang ada sekarang, jadi gak tahu manfaatnya buat apa.

Berteman itu penting, berteman itu perlu. Ada alasan atau tidak ada alasan. Tinggal kita aja yang menafsirkan pertemanan yang kita miliki.

Ada istilah "1 musuh kebanyakan, 1 teman masih kurang banyak". Itu artinya, berteman jauh lebih penting daripada bermusuhan. Bisa jadi, itulah alasan kita berteman. Apalagi di zaman sekarang. Di era media sosial, teman makin gak ke ukur lagi. Karena teman sebatas dunia maya. Gak jelas komitmen pertemanannya. Gak jelas mau ke mana arah pertemanan kita…

Advertisement

Masih mau tanya, berteman butuh alasan atau tidak?
Terus terang susah jawabnya. Yang jelas teman itu perlu. Bahkan salah satu orang yang paling fleksibel di dekat kita itu TEMAN. Makanya ada istilah, teman curhat, teman sharing, teman ngobrol, teman kerja, teman sekolah. Beda ama SAUDARA, orang tua, atau pasangan kita. Kan gak ada saudara curhat, ortu sharing, pasangan ngobrol. Coba aja kalo berani bilang gitu? Maukah kamu jadi saudara curhat? Plokk, plokk… kalo berani.

Emang sih, ortu juga bisa dijadiin teman curhat. Saudara juga bisa diajak sharing. Tapi rasanya gimama gitu? Serem serem sedap rasanya kalo curhat ke ortu atau sharing ke saudara.

Berteman memang penting. Tapi jangan sembarangan berteman. Teman tetap harus dipilih. Cari teman yang banyak manfaatnya, daripada jeleknya. Tapi teman yang jelek belum tentu gak manfaat lho…

Paling minimal, kita bisa pilih teman yang mengajak kita pada kebaikan. Teman yang menyenangkan, teman yang bisa menghibur, bikin ketawa. Ngapain berteman serius mulu, capek kali.

Balik lagi nih, jadi berteman butuh alasan atau tidak?
Terserah aja sih. Mau pake alasan atau tidak dalam berteman. Teman sehebat atau sejelek apapun tergantung kita menyikapinya. Teman kita gak bisa kita atur. Justru kita yang harus mengerti dan tahu gimana pertemanan yang kita mau bangun. Teman yang serius, teman yang becanda, teman ngocol, teman curhat, atau teman sharing. Semua boleh dan aah-sah aja kok. Silakan berteman, apapun motifnya.

Cuma patut diketahui, berteman itu emang gak mudah. Maka, kita bisa mengenali model teman seperti berikut:

1. Teman Terpaksa, ini teman yang gak ada pilihan lain karena sehari-hari ama dia, ya udah terima aja teman kita itu. Kita harus terima teman yang kayak gini, mau nyebelin atau ngangenin. Ada lho teman yang terpaksa.

2. Teman Ekonomi, agak klasik sih. Berteman karena ada motif ekonomi, berteman kalo ada untungnya. Atau mengandalkan hartanya untuk berteman. Boleh tapi gak bagus.

3. Teman Menyenangkan, teman yang bisa menghibur kita. Karena fitrah kita juga pengen ketawa, suka lucu atau senang terhibur. Ya itung-itung biar hidup lebih dinamis, lebih variatif aja.

4. Teman Pintar, ini teman yang bisa memberi wawasan atau inspirasi buat kita. Baglik punya teman kayak gini biar kita kecipratan, lumayan kan.

5. Teman Relasi, agar kita tambah relasi. Inilah pertemanan yang buat silaturahim. Easy going aja, gak neko-neko. Buat apa berharap banyak, yang sederhana aja buat hubungan baik.

6. Teman Kebaikan, ini model temanbyang paling tinggi. Berteman untuk berbuat kebaikan, bukan ngomong doang. Karena manusia itu harus manfaat buat manusia lainnya. Maka berteman makin hebat jika bisa membangun kebaikan buat orang lain. Apa saja, bisa peduli sosial, bantu sekolah anak yatim, atau hal lain yang baik deh.

Sahabat, teman atau berteman itu perlu. Karena kita Homo Homini Socius, kita adalah kawan. Manusia itu penuh keterbatasan, maka kadang butuh orang lain untuk melompati batas. Teman juga dapat digunakan sebagai "inspirasi" untuk meningkatkan kualitas pribadi kita.

Kata orang bijak, "it is good thing to be rich, and it is good thing to be strong but it is a better thing to be loved of many friends – Jadi kaya itu baik, jadi kuat juga baik tapi lebih baik dicintai banyak teman".

Sahabat, ada tidak ada alasan. KITA HARUS BERTEMAN. Carilah sisi yang positif yang bisa kita peroleh…. Now or never … #BelajarDariOrangGoblok