setiap pilihan selalu ada alasan atas pilihannya. Mempunyai jalan tersendiri untuk dapat tetap menjadi diri sendiri. Apapun yang dilakukan untuk harapan yang diinginkan selalu berharap kesempurnaan atas apa yang dilakukan, soal hasil akhir? semua yang dilakukan akan berakhir dengan resiko. Apapun resiko yang didapat berawal dari apa yang sudah mejadi pilihan awal. Baik buruknya resiko sudah semestinya diterima. Terima apapun yang sudah menjadi pilihan. Sekalipun pilihan untuk membahagiakan kedua orang tua yang berakhir pada apa yang tidak kita harapkan.

Sebagai anak mempunyai kewajiban untuk berbakti kepada kedua orang tua!

yaps itu semua bukan pilihan, melainkan tuntutan atau keharusan. semua pasti paham hal itu bukan? Tidak ada yang mau menjadi anak durhaka karna tidak berbakti kepada kedua orang tua. Sebagai orang tua pun mempunyai kewajiban kepada anaknya untuk mendidiknya sebaik mungkin.

Memberi cinta dan kasih sayangnya dengan tulus, agar anak dapat merasakan nyaman berada didekapan orang tuanya.

Guys, apa sih yang kalian harapkan sebagai anak? Apa menurut kalian seorang anak tidak diperbolehkan menuntut orang tuanya? Sebagian orang menganggap kita sebagai anak yang durhaka jika kita menuntut orang tua kita. Lalu bagaimana dengan orang tua yang selalu menuntut anak – anaknya? Jika kita sebagai anak tidak menuruti kemauan orang tua, apa kita tetap akan dianggap anak yang durhaka juga?

Advertisement

Untuk kalian yang telah menjadi orang tua dari anak – anak kalian, apa sih yang kalian harap untuk hidup anak – anak kalian? Kesuksesan? Kebahagiaan? Kenyamanan? Kebaktian? pastinya bukan Kedurhakaan dong ya ? Apa setiap orang tua tidak membiarkan seorang anak memilih jalan hidupnya sendiri? Seberapa yakin orang tua akan memastikan anak – anaknya bahagia dengan pilihannya? Percayalah, tidak semua anak merasa bahagia dengan pilihan orang tuanya dalam hal apapun itu.

Terkadang seorang anak mengikuti kemauan orang tuanya bukan atas dasar keinginan, melainkan sebuah pilihan!! Pilihan untuk membahagiaan kedua orang tuanya, membuat mereka merasa bangga, dan untuk melihat senyum keduanya. Namun resikonya? Tak banyak anak yg merasa bahagia pula atas pilihannya. Anak akan sangat bahagia jika melihat pelangi diwajah kedua orang tuanya, bahagia mendengar sedikit dari tawanya…

“Senyummu bahagiaku… Tapi bahagiaku belum tentu membuatmu tersenyum .”

Biarkan setiap anak memilih untuk masa depannya kelak, berakhir bahagia atau tidak itu sudah menjadi resiko. Anak berharap agar orang tua dapat mengerti keinginannya, selalu berada disampingnya, mendukung pilihannya, dan tetap menjadi orang tua terbaik bagi kami anak – anaknya…

Ketahuilah, seorang anak tidak akan membiarkan orang tuanya menangis dan bersedih. Karena kesedihan orang tua membuat hati seorang anak hancur karna merasa telah gagal menciptakan pelangi diwajah kedua orang tuanya. Biarkan kami sebagai anak berjalan pada apa yang telah kami pilih, kebahagiaan kami pun berada dijalan kami. Izinkan pula kami membahagiakan kalian dengan cara kami sendiri.

Kebahagiaan orang tua adalah alasan dari setiap anak menuju separuh jalannya menuju surga-nya.