Cinta

Aku pernah menonton Mario Teguh di video youtubenya yang saat itu menjelaskan tentang cinta. Ya aku sangat mengagumi Om Mario, btw. Katanya, cinta sudah ada dari ribuan tahun lalu. Maka, ada jutaan orang pula yang telah mendefinisikan cinta. Menurutku, seperti fisika, cinta lebih sulit dijelaskan dari pada dikerjakan. Cinta itu, seperti saat mengingat dia di tiap – tiap kita memikirkan hal – hal bahagia. Mendengarkan ceritanya tentang laki – laki lain yang sedang mendekatinya. Atau, membuat puisi – puisi tentang kehilangan dia yang paling kita cintai. Tapi, apa benar kita mencintai itu?

Ada cinta yang gila
Ada juga yang gila karna cinta
Ada yang ngga gila tapi cinta
Ah mungkin karna dia belum cinta
Yang cinta itu nanti gila juga
Karna cinta itu dengan hati bukan kepala
Yang lihat bilang gila,
Yang cinta bilang cinta

Rezalendra

Siapa yang tak pernah jatuh cinta. Setidaknya, anak kecil pun bisa menangis saat menonton tokoh kartun kecintaan mereka terluka. Sampai dewasa, mereka akan kembali menangis saat hatinya diluka orang yang mereka cintai.

Anak anak membeli banyak penghapus dan sedikit buku. Terlalu banyak hal yang mereka katakan dan gampang jatuh cinta. mereka mengganggap jatuh cinta sebagai kata kerja dan ingin mengucapkannya sesering mungkin. Mereka tidak tahu jatuh cinta dan mencintai adalah dua penderitaan yang berbeda.

M Aan Mansyur

Advertisement

Seperti kata Aan Mansyur di satu – satunya buku dia yang aku punya, Melihat Api Bekerja, yang judulnya diambil dari judul puisi di atas, jatuh cinta dan mencintai adalah dua penderitaan yang berbeda. Mengorbankan perasaan tulus kita ke seseorang yang baru kita kenal setahun belakangan misalnya. Mementingkan dia di tiap rencana kita. Memimpikan dia, di tidur yang menjadi hak asasi kita.

Jangan salah paham
Aku tak melarang
Kau untuk datang
Ke mimpiku tiap malam

Aku takut
Aku tak hebat menjamu tamu

Rezalendra

"Aku belum mencintaimu, ga tau kalau sore. Tunggu aja" (Pidi Baiq, Dia Adalah Dilanku 1990)

Aku menunggu soreku itu tiba. Dan aku tak mau menunggu sendirian. Adakah disana dia menunggu ku? Apa yang kita tunggu hanya sebuah perpisahan setelah senja itu datang? Tuhan, lapangkan dadaku, hatiku. Aku selalu percaya cinta selalu datang saat kau ijinkan.