Tak ada yang salah dengan jatuh cinta, tak ada yang berhak untuk melaknat orang yang jatuh cinta asal jatuh cintanya dengan cara yang benar bukan dengan cara yang salah apalagi dengan cara yang haram. Jika kamu mengaku mencintainya, sudah selayaknya kamu membawanya dalam kebaikan bukan dalam kemaksiatan.

Bila kamu mengaku sayang, sayangilah dia dengan cara yang halal supaya dalam hidup mendapatkan berkah. Bukankah ikatan yang halal merupakan cara Allah menyempurnakan separuh agamamu? Dengan ikatan yang halal juga, bisa menjadi ladang pahala buat kamu, karena pernikahan merupakan ta'aruf sepanjang masa dan pahalanya sampai tak kadaluarsa, asalkan kamu menjalani rumah tangga dengan cara yang baik dan benar.


Karena cinta sesungguhnya tercipta dari kesungguhan hati untuk memiliki, bukan tercipta dari keinginan hati untuk mencicipi.


Dan bila kamu belum mampu untuk memuliakannya di hadapan Ayahnya, jangan pula kamu memberikan janji manis yang dapat berubah menjadi racun yang mematikan. Jangan pula kamu memberikan harapan dengan penuh tanggung jawab karena belum tentu juga kamu menepatinya. JIka memang belum siap untuk kearah yang halal, jangan pula kamu mencuri hatinya apalagi menyentuh tubuhnya.

Cukup saja, menyebut namanya di dalam doa, melafalkan namanya di dalam doa dan terus berdoa supaya diberikan rezeki yang halal dan untuk segera menikahinya.